opini

Dari Istana Negara Menuju Kekuatan Ekonomi Perempuan Indonesia: Tatyana Sutara dan Masa Depan IWAPI

Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:34 WIB
Teguh Anantawikrama, Ketua Indonesian Tourism Investors Club dan Wakil Ketua Umum Bidang Teknologi Transfer dan Digital KADIN. (Foto: Dok. Pribadi)

Atas dasar itulah, saya melihat Tatyana Sutara layak dipandang sebagai salah satu kandidat terkuat untuk memimpin IWAPI pada masa mendatang.

Pandangan ini bukan semata-mata berbicara mengenai suksesi. Ini menyangkut jenis kepemimpinan seperti apa yang dibutuhkan IWAPI untuk menghadapi era ekonomi berikutnya. IWAPI membutuhkan pemimpin yang mampu menghormati sejarah organisasi, tetapi pada saat yang sama mempercepat proses transformasinya. IWAPI membutuhkan sosok yang memahami dinamika internal organisasi, namun juga mampu berbicara dengan percaya diri di hadapan Presiden, para menteri, pemimpin bisnis, investor, dan mitra internasional.

Pemimpin IWAPI di masa depan juga harus mampu menyatukan berbagai generasi pengusaha perempuan. Ia harus melayani para pengusaha senior yang telah mapan, sekaligus membuka jalan lebih luas bagi pengusaha muda, pendiri perusahaan digital, pelaku industri kreatif, serta perempuan yang membangun usaha dari luar kota-kota besar Indonesia.

Tatyana memiliki peluang untuk menjadi jembatan tersebut.

Namun, setiap mandat kepemimpinan di masa depan harus dibarengi dengan agenda ekonomi yang berani dan transparan. Tujuannya tidak cukup hanya menambah jumlah anggota. Ukuran keberhasilannya harus terletak pada peningkatan produktivitas, pendapatan, akses pembiayaan, penciptaan lapangan kerja, serta perluasan pasar anggota IWAPI.

Baca Juga: Kasus Viral Usher GIIAS Direkam Tanpa Izin, Habiburokhman: Tidak Beretika dan Diduga Langgar Hukum

Agenda kepemimpinan IWAPI ke depan perlu memiliki target yang jelas: berapa banyak usaha milik perempuan yang menjadi formal, berapa banyak yang masuk ke dalam pengadaan pemerintah, berapa banyak yang mengadopsi sistem digital, berapa banyak yang memperoleh pembiayaan produktif, berapa banyak yang masuk ke rantai pasok nasional, dan berapa banyak yang berhasil menembus pasar ekspor.

Di situlah sebuah organisasi bergerak dari sekadar representasi menuju transformasi.

Pertemuan Presiden Prabowo dengan KADIN dan berbagai asosiasi dunia usaha menyampaikan pesan yang kuat bahwa pemerintah dan dunia usaha harus berjalan bersama untuk melindungi Indonesia dari ketidakpastian global sekaligus membangun fondasi pertumbuhan yang lebih kuat dan inklusif. Target pertumbuhan 8 persen tidak akan tercapai hanya melalui investasi besar dan proyek industri. Target tersebut membutuhkan mobilisasi jutaan warga produktif di seluruh Indonesia.

Para pengusaha perempuan sesungguhnya telah menjadi bagian dari kekuatan tersebut. Setiap hari mereka memproduksi barang, berdagang, berinovasi, dan menjaga kehidupan komunitas. Yang mereka perlukan sekarang adalah sebuah ekosistem yang mampu membantu mereka bergerak lebih cepat dan tumbuh lebih besar.

IWAPI memiliki sejarah, jaringan, dan legitimasi untuk memimpin mobilisasi tersebut. Tatyana Sutara memiliki pengalaman organisasi dan peluang strategis untuk membantu membawa IWAPI melangkah lebih jauh.

Baca Juga: Klasemen Makin Ketat, Usai Timnas Indonesia vs Vietnam: Garuda Dibungkam Juara Bertahan di Piala AFF 2026

Karena itu, kehadirannya di Istana Negara tidak seharusnya dipandang hanya sebagai partisipasi dalam sebuah pertemuan penting. Kehadiran tersebut merupakan bagian dari perjalanan yang jauh lebih besar, yaitu mempersiapkan pengusaha perempuan menjadi kekuatan penentu dalam transformasi ekonomi Indonesia, sekaligus mempersiapkan generasi kepemimpinan baru yang mampu membawa IWAPI memasuki masa depan.

Indonesia tidak akan mencapai potensi ekonominya secara penuh apabila usaha milik perempuan tetap kecil karena keterbatasan keadaan, bukan karena pilihan. Ketika pengusaha perempuan terhubung dengan modal, teknologi, pengadaan, dan pasar, mereka tidak hanya mengubah usahanya sendiri. Mereka mengubah keluarga, masyarakat, daerah, dan pada akhirnya bangsa.

Itulah peluang besar yang kini berada di depan IWAPI. Itulah pula tantangan kepemimpinan yang tampaknya semakin siap dijawab oleh Tatyana Sutara.***

Artkel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi.

Halaman:

Tags

Terkini

Tak Cukup Ashabiyah Hambalang

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB