opini

Rakyat di Belakang Prabowo Subianto Jika Melawan Tiga Musuh

Selasa, 7 Juli 2026 | 13:15 WIB

Baca Juga: Merenungkan Pemakanan Imam Ali Khamenei dan Legitimasi Memorial

Ditetapkannya tiga elite BGN menjadi tersangka, dan disusul oleh penetapan tersangka lainnya belum lama ini adalah contoh positif yang sangat membantu memulihkan kepercayaan rakyat. Dan rakyat akan menghormati pemimpin yang berani membersihkan rumahnya sendiri.

Dalam konteks ini, Indonesia mungkin bisa belajar dari dari Cina. Meski, kita tidak perlu meniru sistem politiknya, tetapi bisa belajar dari keberanian mendisiplinkan elitenya.

Di bawah Xi Jinping, misalnya, kampanye antikorupsi yang dikenal dengan istilah memburu “harimau dan lalat”, dari mulai pejabat besar sampai aparat kecil, telah menghukum ratusan ribu orang, termasuk puluhan pejabat setingkat provinsi dan kementerian.

Ketiga, Prabowo harus kembali tegas bicara kedaulatan nasional.

Baca Juga: Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Pada awal pemerintahannya, Presiden cukup kuat menyuarakan kedaulatan bangsa, tetapi belakangan suara itu terasa mulai berkurang.

Padahal, ancaman terhadap NKRI tidak selalu datang dalam bentuk militer. Ia bisa hadir lewat tekanan ekonomi, penguasaan sumber daya, intervensi kebijakan, dan antek-antek asing di dalam negeri.

Presiden harus berani mengungkap pola itu secara terang, tentu dengan data dan dasar hukum yang kuat. Dan kedaulatan juga tidak berhenti sebagai jargon nasionalisme. Ia harus menjadi kebijakan nyata untuk melindungi tanah, laut, tambang, pangan, energi, dan masa depan rakyat Indonesia.

Cina bisa maju karena memiliki arah besar: disiplin elite, pembangunan industri, penguasaan teknologi, pengurangan kemiskinan, dan narasi kebangkitan nasional.  Dan Cina berhasil mengangkat hampir 800 juta orang keluar dari kemiskinan ekstrem, ketika elite dipaksa disiplin.

Namun, keberanian Prabowo dalam melawan tiga musuh itu harus dibarengi kemampuan menjaga dapur rakyat.

Jangan sampai Presiden bicara besar tentang kedaulatan, tetapi harga bahan pangan naik terus. Jangan sampai bicara melawan oligarki, tetapi harga BBM, listrik, pangan, dan kebutuhan pokok makin mahal.

Bagi rakyat, nasionalisme bukan hanya pidato di podium. Nasionalisme juga terasa di pasar, di warung, di sawah, di sekolah, dan di meja makan keluarga.

Oleh karena itu, agenda Prabowo harus jelas: lawan oligarki, sikat koruptor, jaga kedaulatan, dan lindungi ekonomi rakyat kecil.

Jika empat hal ini berjalan, Prabowo bukan hanya bisa bertahan sampai 2029, tetapi juga bisa bangkit dengan legitimasi moral yang lebih kuat.

Halaman:

Tags

Terkini

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB

Melampaui Hukum

Rabu, 1 Juli 2026 | 08:26 WIB

Negara Bukan Pemilik Tanah Adat

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:05 WIB