Dan kearifan agraris Sunda harus dibaca ulang sebagai dasar etika ekologis di tengah krisis lingkungan hari ini.
Dengan cara itulah Sunda tidak hanya akan tetap besar dalam angka, tetapi juga tetap tegak dalam budaya.***
*Toto Izul Fatah ialah Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA dan Ketua Umum IKA PP Ibadurrahman YLPI Tegalega Sukabumi, Jawa Barat
Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi