opini

Mengubah Makan Bergizi Gratis Sebagai Mesin Ekonomi Rakyat

Jumat, 5 Juni 2026 | 07:48 WIB

Oleh Denny JA

WartaPesona.com - Seorang ibu di sebuah desa di Nusa berkata, “kami tidak butuh belas kasihan. Kami hanya butuh pembeli yang datang setiap hari.”

Kalimat itu sederhana. Namun ia menyimpan seluruh tragedi ekonomi rakyat kecil. Petani menanam tanpa kepastian pasar. Nelayan melaut tanpa kepastian harga. Peternak memelihara ayam tanpa kepastian pembeli.

Ketika program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir, saya melihat peluang yang lebih besar daripada sekadar memberi makan anak.

Baca Juga: Hantu Kurs Dolar

Untuk pertama kalinya, negara memiliki kesempatan menghubungkan meja makan sekolah dengan sawah petani, kolam nelayan, kandang peternak, dan dapur UMKM.

Jika dirancang dengan benar, setiap piring makan anak Indonesia dapat menjadi sumber kehidupan bagi jutaan keluarga. Di situlah sesungguhnya masa depan MBG dipertaruhkan.

Dengan anggaran sekitar Rp335 triliun setahun dan target hampir 83 juta penerima manfaat, MBG bukan lagi sekadar program gizi.  Ia berpotensi menjadi pasar pangan terbesar yang pernah diciptakan negara Indonesia.

Setiap pagi, jutaan telur, ikan, ayam, sayur, dan beras harus tersedia. Jika seluruh rantai pasoknya berasal dari rakyat kecil, maka untuk pertama kalinya dalam sejarah republik, meja makan sekolah dapat menjadi mesin ekonomi desa.

Baca Juga: Tradisi Ngantar Ajong di Kabupaten Sambas Yang Dicap Sirik, Anehnya Makin Ramai

Beberapa hari terakhir, publik dikejutkan oleh penetapan tersangka terhadap mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.

Ini kasus dugaan penyimpangan tata kelola program MBG,

Kasus ini menyakitkan karena menyentuh program yang lahir dari niat paling mulia: memberi makan anak-anak Indonesia agar tumbuh sehat dan cerdas.

Namun setiap krisis selalu menyimpan peluang pembaruan.

Halaman:

Tags

Terkini

Belajar Merawat Alam dari Leluhur Nusantara

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:12 WIB

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 5 Juni 2026 | 06:39 WIB

Menguji Ramalan Leluhur di Tengah Zaman Kacau

Selasa, 2 Juni 2026 | 10:47 WIB

Tan Malaka dan Keberanian Berpikir

Selasa, 2 Juni 2026 | 09:10 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 12:54 WIB

Abu Janda Versus Permadi Arya

Senin, 1 Juni 2026 | 09:54 WIB

Kematian dan Kupu-kupu Itu, Adikku

Senin, 1 Juni 2026 | 09:20 WIB

Dua Kali Adil

Senin, 1 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tangis KDM: Air Mata Batin Harapan Rakyat

Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:40 WIB

Tiga Juta Rumah Yang Wajib Eco-conscious

Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:04 WIB