Menengok Sejarah Pendidikan Nasional Di Indonesia: Memperingati Hari Pendidikan Nasional!

photo author
Tim Warta Pesona 02, Warta Pesona
- Senin, 1 Mei 2023 | 18:56 WIB
Tokoh Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, siapa yang tidak mengenal beliau. Menurut Ki Hajar Dewantara, Sistem Pendidikan Barat Mengedepankan Rasio dan Ilmu Pengetahuan Tanpa Adanya. Dengan Keyakinannya, ia membangun pendidikan Indonesia yang lebih baik. | WartaPesona.com (Foto: Wikipedia.com)
Tokoh Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, siapa yang tidak mengenal beliau. Menurut Ki Hajar Dewantara, Sistem Pendidikan Barat Mengedepankan Rasio dan Ilmu Pengetahuan Tanpa Adanya. Dengan Keyakinannya, ia membangun pendidikan Indonesia yang lebih baik. | WartaPesona.com (Foto: Wikipedia.com)

Perkembangan baru ini membayangi perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui pendidikan.

Namun sejak berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908, konflik daerah ini berkembang menjadi konflik nasional.

Sumpah Pemuda lahir pada tanggal 28 Oktober 1928, sebagai akibat dari derasnya perjuangan nasional tersebut.

  • Pendidikan Zaman Penjajahan Jepang

Pendidikan di Indonesia berubah setelah Belanda ditaklukkan oleh Jepang.

Dualisme pendidikan dihapuskan pada zaman Belanda, dan semua orang mendapat pendidikan yang sama. Kabar buruknya, Jepang sangat rakus dan ingin menyedot kekayaan Indonesia pada saat itu.

Penggunaan bahasa Indonesia di bidang pendidikan, pekerjaan, dan bidang lainnya wajib dilakukan pada masa itu.

Tanpa disadari, Jepang telah menciptakan peluang yang sangat baik bagi warga sipil Indonesia untuk bersatu mendukung kemerdekaan.

Baca Juga: Jelajahi Destinasi Wisata Sekaligus Merasakan Sejarah di Titik Nol Kilometer Indonesia

  • Pendidikan Setelah Kemerdekaan

Ki Hajar Dewantara kemudian diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Pengajaran dari tanggal 19 Agustus sampai dengan 14 November 1945, kemudian digantikan oleh Mr.Dr.T.G.S.G.

Dari 14 November 1945 hingga 12 Maret 1946, dia menjabat sebagai Yang Mulia.

Posisi ini segera diisi oleh Mohammad Syafei yang menjabat dari 12 Maret hingga 2 Oktober 1946.

Antara tahun 1945 dan 1969, tujuan pendidikan nasional Indonesia berubah sebanyak lima kali.

Menurut Proklamasi Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan (PP&K), Bapak Kelvin, tanggal 1 Maret 1946, tujuan pendidikan nasional pada masa awal kemerdekaan adalah untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme.

Baca Juga: Misteri Terbesar Sejarah Kriminal: Kisah Pembunuh Berantai Jack the Ripper dan Identitasnya yang Tetap Misteri

Hal ini wajar mengingat bangsa Indonesia baru saja lepas dari masa penjajahan yang panjang, dan ada isyarat bahwa Belanda ingin kembali menguasai Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB

Melampaui Hukum

Rabu, 1 Juli 2026 | 08:26 WIB
X