Menengok Sejarah Pendidikan Nasional Di Indonesia: Memperingati Hari Pendidikan Nasional!

photo author
Tim Warta Pesona 02, Warta Pesona
- Senin, 1 Mei 2023 | 18:56 WIB
Tokoh Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, siapa yang tidak mengenal beliau. Menurut Ki Hajar Dewantara, Sistem Pendidikan Barat Mengedepankan Rasio dan Ilmu Pengetahuan Tanpa Adanya. Dengan Keyakinannya, ia membangun pendidikan Indonesia yang lebih baik. | WartaPesona.com (Foto: Wikipedia.com)
Tokoh Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, siapa yang tidak mengenal beliau. Menurut Ki Hajar Dewantara, Sistem Pendidikan Barat Mengedepankan Rasio dan Ilmu Pengetahuan Tanpa Adanya. Dengan Keyakinannya, ia membangun pendidikan Indonesia yang lebih baik. | WartaPesona.com (Foto: Wikipedia.com)

WartaPesona.com - Kualitas pendidikan suatu negara memiliki dampak yang signifikan terhadap kemajuannya.

Pendidikan lebih dari sekedar akademisi; ini juga tentang pengembangan moral dan karakter.

Mengingat Indonesia merupakan negara bahari dengan banyak tempat jauh yang belum terjangkau oleh lembaga pendidikan, maka negara tersebut masih tergolong berkembang.

Sayangnya kekayaan alam dan budaya negara kita yang besar tidak diimbangi dengan pendidikan yang merata.

Namun, kabar baiknya adalah bahwa Indonesia telah mengalami peningkatan yang signifikan baik dalam kualitas maupun kuantitas pendidikan.

Baca Juga: Sejarah Penjajahan Jepang di Indonesia

  • Pendidikan Zaman Kolonial Belanda

Kedatangan orang kulit putih dari Belanda membuat pendidikan di Indonesia terpantau dengan ketat.

Memang dengan penjajahan Indonesia oleh Belanda, pendidikan kita mulai maju secara formal.

Namun pihak Belanda cukup khawatir karena menyadari bahwa dengan pendidikanlah kaum pribumi mampu melakukan perlawanan secara halus.

Ketika Belanda menguasai Nusantara, mereka menerapkan tiga kebijakan etis yang dikembangkan di Indonesia: irigasi, migrasi, dan pendidikan.

Belanda membangun sekolah gaya barat untuk pribumi dalam hal pendidikan.

Namun karena kepedulian Belanda saat itu, penduduk pribumi hanya diajarkan berhitung, membaca, dan menulis. Berbeda dengan sekolah yang didirikan khusus untuk orang Belanda asli, sekolah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik orang pribumi.

Baca Juga: Mengenal Budaya dan Sejarah Indonesia Melalui Destinasi Wisata Sejarah

Pendidikan rakyat, terutama lembaga pendidikan yang dibangun oleh masyarakat pribumi sendiri, seperti Muhammadiyah dan Taman Siswa, juga muncul pada masa itu. Secara sederhana, ada tiga jalur pendidikan yang tersedia saat itu.

1. Pendidikan Islam dengan adanya Pondok Pesantren
2. Pendidikan ala Barat yang disediakan oleh Belanda
3. Taman Siswa dan Muhammadiyah yang pro pribumi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB

Melampaui Hukum

Rabu, 1 Juli 2026 | 08:26 WIB
X