Bagi sebagian pihak, ini terlihat sebagai kemenangan Iran. Bagi pihak lain, ini justru kemenangan diplomasi Amerika yang berhasil memperoleh penghentian konflik tanpa perang yang lebih besar.
Namun yang lebih menarik adalah perubahan paradigma yang sedang terjadi.
Selama puluhan tahun, Timur Tengah sering bergerak dengan bahasa ideologi. Revolusi, identitas agama, keamanan nasional, dan perlawanan menjadi kata-kata dominan.
Kini bahasa yang mulai menggantikannya adalah investasi, perdagangan, energi, pembangunan, dan integrasi ekonomi.
Perubahan bahasa selalu mendahului perubahan sejarah. Karena itu, pertanyaan terbesar hari ini bukan lagi siapa yang menang perang.
Pertanyaan yang lebih relevan adalah siapa yang paling siap memanfaatkan perdamaian.
Mereka yang mampu mengubah ketegangan menjadi kemakmuran akan memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar daripada mereka yang hanya mencari kemenangan simbolik.
Sebagai seseorang yang sepanjang hidup mengamati politik dan perilaku manusia, saya selalu terpesona oleh satu ironi sejarah.
Banyak perang dimulai karena kebanggaan. Namun sebagian besar perang berakhir karena kalkulasi.
Pemimpin mungkin berbicara tentang kehormatan, ideologi, dan prinsip. Tetapi ketika biaya perang mulai melampaui manfaatnya, bahasa yang digunakan berubah menjadi angka, investasi, perdagangan, dan kompromi.
Saya teringat berbagai konflik yang saya pelajari selama puluhan tahun. Hampir semuanya berakhir dengan cara yang serupa. Setelah darah mengalir dan emosi memuncak, manusia akhirnya kembali ke meja perundingan.
Yang berubah hanya jumlah korban yang sudah terlanjur jatuh.
Oleh karena itu, setiap kali membaca berita tentang perang Iran, Amerika, dan Israel, saya tidak hanya melihat pertarungan negara. Saya melihat drama lama umat manusia yang terus berulang. Kita sering memerlukan kehancuran terlebih dahulu sebelum menyadari pentingnya perdamaian.
Ketika saya pertama kali menghadiri pertemuan dunia sektor energi setelah perang pecah, saya melihat bagaimana satu rumor tentang Hormuz mampu mengubah kalkulasi investasi miliaran dolar.
Ada dua buku yang memperkaya wawasan kita tengang tema ini. Buku pertama berjudul The Prize: The Epic Quest for Oil, Money, and Power. Penulisnya Daniel Yergin, 1991
Artikel Terkait
Piala Dunia 2026: Portugal Ditahan Kongo
Daya Magis Bang Dodo Belum Aktif, Portugal Ditahan Kongo
Koboi Kalah Perang
Forum Wartawan Kebangsaan Desak Kapolri Kembalikan Rasa Aman
Sunda Dalam Angka, Etika, dan Budaya