Nah, inilah bumbu yang membuat masakan Timur Tengah selalu lebih pedas dari sambal level lima.
Beberapa analis Barat, termasuk Behnam Taleblu dari Foundation for Defense of Democracies, menilai pemerintah Iran memiliki kekhawatiran tersendiri.
Sebelum perang, ketidakpuasan publik terhadap kondisi ekonomi dan sosial masih cukup tinggi.
Mengumpulkan jutaan orang dalam satu tempat selalu mengandung risiko. Pemerintah berharap acara berubah menjadi penghormatan. Tetapi tidak ada jaminan sebagian massa tidak mengubahnya menjadi panggung protes.
Selain itu, muncul pula spekulasi mengenai Mojtaba Khamenei, putra almarhum yang kemudian menjadi Pemimpin Tertinggi baru.
Mojtaba dilaporkan ikut terluka dalam serangan yang sama. Kehadirannya dianggap penting untuk menunjukkan bahwa proses suksesi berjalan mulus dan negara tetap stabil.
So, ketika banyak orang bertanya mengapa pemakaman Ali Khamenei baru dilakukan empat bulan kemudian, jawabannya ternyata jauh lebih rumit dari sekadar urusan penguburan. Ada perang. Ada ancaman serangan. Ada trauma tragedi Soleimani. Ada penghormatan terhadap Muharram dan Asyura. Ada pula pertimbangan politik serta stabilitas kekuasaan.
Oleh karena itu, pemakaman yang akhirnya dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026 bukan sekadar acara pemakaman. Itu lebih mirip operasi nasional raksasa yang menggabungkan keamanan, agama, sejarah, diplomasi, dan politik dalam satu panggung megah.
Di Timur Tengah, perjalanan terakhir menuju liang lahat kadang bisa lebih rumit dari proses memilih presiden, membentuk kabinet, dan menyusun anggaran negara sekaligus.
“Luar biasa ya, Bang. Semoga lancar dan aman pemakamannya nanti.”
“Aamin. Sebanyak 20 juta, itu lautan manusia. Semoga ada live-nya kita nonton sambil seruput Koptagul, wak.”***
*Rosadi Jamani ialah Ketua SATUPENA Kalimantan Barat
Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi
Artikel Terkait
Andri Mulyono Tersangka Kelima Skandal Megakorupsi di Badan Gizi Nasional
Swiss Memuji Pakistan Sambil Menawarkan Diri Menjadi Tuan Rumah Penandatangan Perjanjian Damai Iran-Amerika
Lelaki Berusia Lanjut Lolos Dari Usaha Penculikan di Kawasan Pantai Indah Kapuk Jakarta
Pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie Hadiri Pesta Kesenian Bali: Kemajuan Tak Harus Memutus Akar Tradisi
Kabar Adhyaksa FC Bermarkas di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah Semakin Nyata