Baca Juga: Tan Malaka dan Keberanian Berpikir
Hebatnya lagi, KDM tidak datang seperti jenderal perang yang langsung menyerbu. Ia berdialog dengan koordinator PKL terlebih dahulu. Ada komunikasi. Ada tawaran kompensasi uang. Ada tawaran pekerjaan alternatif bagi pedagang terdampak. Tujuannya jelas, mengembalikan fungsi trotoar, mengurai kemacetan, dan menata wajah Bandung agar lebih nyaman.
Bandung pun seperti menjalani operasi plastik raksasa. Trotoar yang selama puluhan tahun tertimbun lapak akhirnya muncul lagi. Banyak warga sampai kaget. Rupanya selama ini benda itu memang ada.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut positif langkah tersebut.
Ia mengucapkan "Alhamdulillah" setelah trotoar Sukajadi berhasil dibersihkan. Pernyataan yang terdengar sederhana, tetapi bagi sebagian warga terasa seperti pengakuan, monster yang selama ini dianggap kebal ternyata bisa juga disentuh.
Di media sosial X, reaksi netizen bermunculan. Mayoritas mendukung karena kota terlihat lebih rapi dan trotoar kembali bisa digunakan.
Banyak yang memuji keberanian KDM turun langsung ke lapangan sambil membandingkannya dengan sebagian kepala daerah yang lebih sering turun ke lokasi prasmanan seminar daripada turun ke titik masalah.
Sebagian netizen tetap mengingatkan soal nasib pedagang, kompensasi yang dianggap kurang, dan pekerjaan alternatif yang harus benar-benar direalisasikan. Kritik itu penting. Namun satu fakta tetap berdiri tegak.
Selama 30 tahun, PKL di Bandung seperti bos terakhir yang tak pernah terkalahkan. Wali kota datang silih berganti, menyerang dengan proposal, rapat, dan konferensi pers. Bos itu tetap hidup. Lalu KDM datang. Tiba-tiba layar permainan menampilkan tulisan yang sudah lama ditunggu warga, Mission completed.***
*Rosadi Jamani ialah Ketua SATUPENA Kalimantan Barat
Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi
Artikel Terkait
Allano Lima Umumkan Perpisahan dengan Persija Jakarta
Federasi Sepak Bola Internasional FIFA Memberi Apresiasi Kepada Persib Bandung
Ratusan Orang Kehilangan Tempat Tinggal Dalam Kebakaran di Kemayoran Jakarta Pusat
Legenda Barcelona Andres Iniesta Melatih Klub Uni Emirat Arab Gulf United
Kontroversi Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Luar Negeri dan Payung Diplomasi Kemandirian