Sayangnya, ia belum berada pada lingkungan pendukung yang tepat.
Baca Juga: Terbaru! Pameran di Museum MACAN, Menampilkan Hingga 24 Karya Perupa Asia-Pasifik
Pada periode pertama ia di legislatif, Golkar tempat ia bernaung masih bermain dalam zona aman.
Belum berani memberikan pembelaan terhadap peran luas dari keluarga Presiden Soeharto.
Garis idiologinya pragmatis. Kehadiran Mbak Titiek belum teroptimalkan untuk mengurai beragam problem bangsa.
Periode berikutnya, Mbak Titiek mencari peruntungan melalui Partai Berkarya. Partai itu tidak masuk Senayan dan pada saat ini tidak ikut kontestasi pemilu.
Kini, Mbak Titiek maju sebagai anggota legislatif Dapil Yogya melalui Gerindra.
Jika ia terpilih, mungkin Gerindra akan bisa memberi dukungan luas atas peran Mbak Titiek. Untuk tumbuh sebagai 'Cundrik' yang efektif bagi penyelesaian beragam problem bangsa. ***(SA/K)
ARS ([email protected]), Jaksel, 21 November 2023
Artikel Terkait
Membangun Komunikasi: Menghargai Perbedaan Opini dalam Komunikasi
Opini vs Fakta: Menemukan Kesimpulan yang Benar
Membangun Argumentasi yang Kuat dalam Menyampaikan Opini, Nomor 6 Wajib Kamu Lakukan!
Opini Publik: Bagaimana Mereka Terbentuk dan Mengapa Mereka Penting
Taman Hutan Raya Bukit Soeharto: Surga Hijau di Tengah Kalimantan
Inilah Alasan Mengapa Erick Thohir Dipertimbangkan sebagai Calon Wakil Presiden Terkuat!
Asian Games 2023 Hangzhou China berakhir, Menpora Dito minta maaf ke Presiden tak bisa capai target peringkat
Hasil Survei Poltracking di Jawa Barat Menunjukkan Erick Thohir sebagai Calon Wakil Presiden Terunggul
Presiden Jokowi Memimpin KTT AIS Forum 2023: Indonesia Tampil di Panggung Global
Presiden RI Memimpin Langkah Masa Depan: KTT AIS Forum dalam Sorotan
Visi Kepemimpinan: Tiga Pesan Penting Presiden RI dalam KTT AIS Forum
Menko Polhukam Mahfud MD, Telah Resmi Ditunjuk Jadi Bakal Calon Wakil Presiden Ganjar Pranowo
Sandiaga Uno: Piala Presiden Esports 2023 Membuktikan Kemajuan Ekonomi Kreatif di Era Digital
Menguak Keajaiban "Social Proof": Mengapa Opini Orang Lain Berpengaruh Besar
Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta yang legendaris, dipilih Presiden Soekarno karena hal ini
Baru sepekan jadi KSAD, Jenderal Agus Subiyanto diajukan sebagai Panglima TNI, begini alasan Presiden Jokowi