FOMO di Kalangan Mahasiswa: Memahami Sisi Baik dan Buruk FOMO serta Penanganannya

photo author
Alysa Aghna Zita, Warta Pesona
- Selasa, 25 April 2023 | 19:22 WIB
FOMO (Fear of Missing Out) dapat memotivasi kita untuk mencoba hal-hal baru & meningkatkan interaksi sosial, tetapi juga dapat menyebabkan kekhawatiran berlebihan | WartaPesona.com (Foto: Canva.com)
FOMO (Fear of Missing Out) dapat memotivasi kita untuk mencoba hal-hal baru & meningkatkan interaksi sosial, tetapi juga dapat menyebabkan kekhawatiran berlebihan | WartaPesona.com (Foto: Canva.com)

Baca Juga: BUMN Jasa Marga Imbau: Pastikan Saldo E-Toll Cukup agar Tidak Terjadi Antrean. 12.209 Mobil Kekurangan Saldo

Tidak hanya itu, mahasiswa yang terobsesi dengan perasaan FOMO cenderung merasa tidak puas dengan kehidupan mereka, bahkan ketika mereka sedang terlibat dalam berbagai kegiatan dan acara sosial.

Hal ini dapat menyebabkan mereka merasa tidak bahagia dan tidak puas dengan diri mereka sendiri serta mereka akan sulit untuk menyeimbangkan kehidupan profesional dan personalnya.

Jadi, jika kita mampu mengelola perasaan FOMO dengan baik dan memilih untuk melihatnya sebagai motivasi untuk tumbuh dan berkembang, maka FOMO dapat menjadi hal yang baik.

Dalam hal ini, diri kita tidak akan menjadi stagnan, karena kita memiliki ambisi yang ingin dicapai untuk masa depan yang menyebabkan diri kita tidak diam di tempat dan terus mencoba hal baru dan belajar.

Baca Juga: Ditlantas Polda Banten Siapkan Rekayasa Lalu Lintas One Way di Jalur Wisata Pantai Anyer dan Pantai Carita

Namun, jika kita merasa terlalu cemas dan stres karena perasaan tersebut, maka kita perlu belajar untuk mengatasi dan mengelola perasaan tersebut agar tidak mengganggu keseimbangan hidup kita sebagai mahasiswa.

Selain itu, untuk terhindar dari perasaan FOMO, kita juga perlu untuk mengatur skala prioritas

Tentukan kegiatan mana yang ingin kita prioritaskan sesuai dengan yang benar - benar dibutuhkan.

Ketika kita dapat menentukan skala prioritas, kita dapat lebih berfokus pada kegiatan tersebut sehingga hasil yang dicapai dapat lebih maksimal.

Baca Juga: Gempa Hari Ini di Mentawai Berkekuatan M 6,9, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Selain itu, mengatur skala prioritas juga dapat membantu mahasiswa untuk terhindar dalam kegiatan yang sekiranya tidak mereka butuhkan.

Menjadi seorang mahasiswa merupakan suatu hak istimewa, banyak sekali peluang di dalam ataupun di luar kampus yang dapat dimanfaatkan.

Meskipun begitu, sebagai mahasiwa, kita harus tetap bijak dalam memilih kesempatan yang ada untuk mencapai kehidupan profesional dan personal yang seimbang. ***(AAZ)

Baca Juga: Mudik Lebaran? Nikmati Wisata Singkat di Jalur Lintas Selatan Jawa dengan Destinasi Menarik Ini!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X