Tanaman hanjeli rata-rata bisa panen setelah 160-182 hari, dan biasanya dipanen sekaligus.
Biji hanjeli berwarna putih, putih keabuan, dan kuning kecoklatan jika sudah disimpan lama.
Sementara itu untuk mengolah biji hanjeli menjadi bahan pangan pengganti beras, prosesnya memang cukup panjang.
Baca Juga: Makna Logo PON Aceh Sumut 2024, ada gambar rencong, kain Songket Melayu dan Ulos Batak
Biji hanjeli yang sudah dipanen dijemur hingga kering selama 7 hari. Setelah kering ditumbuk untuk menghilangkan kulitnya yang keras.
Biji hanjeli yang sudah tanpa kulit tersebut kemudian dijemur lagi dan disosoh untuk menghilangkan lapisan aleuron.
Kemudian, biji hanjeli yang sudah disosoh kembali ditumbuk menjadi pecahan kecil-kecil, dan jadilah biji hanjeli sebagai beras.
Selain menjadi bahan pangan pengganti beras, tanaman hanjeli ini juga bisa difungsikan sebagai tanaman obat untuk beragam penyakit ringan hingga berat. *(SA/K)
Artikel Terkait
Tanaman hias bisa jadi potensi bisnis pelaku UMKM, langkahnya begini
Manfaat tanaman Kumis Kucing, mampu membersihkan ginjal dari zat berbahaya
Eceng gondok, tanaman hias di kolam air yang bisa berubah jadi gulma, punya banyak manfaat
Dampak negatif tanaman eceng gondok, mengganggu saluran irigasi hingga penyebaran penyakit
Manfaat tanaman Brotowali, menjaga kesehatan hati dan mengontrol gula darah
Kecombrang, tanaman rempah yang mudah tumbuh potensial di pasar ekspor
Hanjeli, tanaman pangan pendamping beras yang lebih kaya manfaat, punya khasiat herbal
Sabut kelapa jangan dibuang, bisa dibuat pupuk organik cair, cocok untuk tanaman buah