WartaPesona.com-Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa ASEAN tidak boleh menjadi proksi dari pihak mana pun. Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya menjaga sentralitas dan kesatuan sebagai modal utama ASEAN.
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, pada Jumat, 3 Februari 2023 usai mendampingi Presiden saat menerima kunjungan kehormatan Menlu ASEAN dan Sekretaris Jenderal ASEAN.
“Bapak Presiden menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip demokrasi hukum internasional, hak asasi manusia sesuai dengan apa yang di dalam Piagam ASEAN,” ujar Menlu.
Di samping itu, Presiden juga menggarisbawahi bahwa lima poin kesepakatan para pemimpin ASEAN atau five point consensus menjadi kesepakatan utama dalam membantu penyelesaian masalah di Myanmar.
“Presiden juga menekankan bahwa five point of consensus akan tetap menjadi mekanisme utama ASEAN di dalam meng-address isu atau perkembangan di Myanmar,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Presiden Jokowi: Undang-Undang Membatasi 6 Tahun Perihal Masa Jabatan Kepala Desa
Presiden Jokowi Targetkan Angka Stunting di Indonesia Turun hingga 14 Persen di Tahun 2024 Nanti
Presiden Jokowi Buka Buka Rakernas Penurunan Stunting Sampaikan Bahwa SDM Unggul Kunci Daya Saing Bangsa
Presiden Jokowi Apresiasi Kerja Keras Jajaran Tangani Pandemi Covid 19
Presiden Jokowi Sampaikan Apresiasi Budaya Gotong Royong Masyarakat Indonesia Hadapi Pandemi Covid19
Presiden Jokowi Sampaikan Indonesia Fokus Dorong Implementasi Lima Poin Kesepakatan untuk Bantu Myanmar
Presiden Jokowi Meminta Pada Jajaran Agar Waspadai Inflasi dan Kenaikan Harga
Presiden Jokowi Sampaikan Capaian Target Investasi Indonesia di Mandiri Investment Forum 2023
Presiden Jokowi Ungkapkan Ekosistem Kendaraan Listrik, Strategi Besar Indonesia Menjadi Negara Maju
Presiden Jokowi Menegaskan Bahwa Konsistensi Hilirisasi Adalah Kunci Menuju Indonesia Maju