WartaPesona.com- Merusaka, Nusa Dua, Bali - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan seruan kepada semua pihak terlibat dalam industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk menyadari dan bertanggung jawab bersama dalam menghadapi ancaman perubahan iklim sebagai langkah nyata menuju pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Dalam acara panel discussion bertajuk "Exploring Best Practices of Decarbonization and Climate Actions in the Tourism Sector" yang menjadi bagian dari International Tourism Investment Forum (ITIF) 2023 di Merusaka, Nusa Dua, Bali pada Rabu (26/7/2023), Menparekraf Sandiaga menyampaikan bahwa perubahan iklim telah mencapai titik yang mengkhawatirkan dan perlu menjadi perhatian serius bagi seluruh dunia.
“Perubahan iklim tidak mengenal batas wilayah, dampaknya telah dirasakan di setiap sudut bumi.
Baca Juga: The Moon, karya film Korea sutradara Kim Yong Hwa segera tayang di Bioskop Indonesia 9 Agustus 2023
Peningkatan suhu, cuaca ekstrem, pencairan gletser, dan naiknya permukaan air laut adalah beberapa contoh nyata yang harus kita perhatikan bersama,” ungkap Menparekraf Sandiaga.
Sandiaga menekankan pentingnya upaya pengelolaan limbah di industri pariwisata menuju konsep zero waste, yang merupakan salah satu pilar dari pariwisata berkelanjutan. Langkah ini menjadi sangat relevan dalam menjaga keberlanjutan bumi untuk generasi mendatang.
“Perubahan iklim bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berdampak pada ekonomi, sosial, dan budaya.
Baca Juga: Rawon dari Surabaya Jawa Timur, Sup Terenak di Dunia versi TasteAtlas
Oleh karena itu, kita harus bersama-sama bekerja untuk menjaga planet ini demi kesejahteraan anak cucu kita dan mencegah mereka menghadapi masalah yang kita ciptakan saat ini,” tegasnya.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif secara aktif menginisiasi berbagai program untuk mengatasi perubahan iklim dan menyosialisasikan praktik pariwisata berkelanjutan.
Hal ini dilakukan dengan tujuan agar seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) terlibat dan lebih peduli terhadap lingkungan.
Baca Juga: Ini dia event Agustus 2023 di Jawa Tengah, dari festival budaya, olahraga, hingga pentas musik
Menparekraf Sandiaga juga menyampaikan komitmen pemerintah dalam menciptakan kebijakan yang mendukung pariwisata berkelanjutan.
Ia berharap melalui sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia dapat menjadi contoh dalam menerapkan langkah-langkah nyata untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim.
“Kami berkomitmen untuk menciptakan kebijakan-kebijakan yang mendukung pariwisata berkelanjutan. Namun, kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan adalah kunci utama dalam mencapai tujuan bersama ini,” tambahnya.
Artikel Terkait
Menparekraf Dorong Finalis AKI Kota Batam Mengekspansi Pasar dengan Gairahkan Ekonomi Lokal
Kementerian BUMN Menyediakan Solusi Terbaik untuk Kreditur Istaka Karya
Masa Depan Gemilang: Generasi Muda Penentu Ekonomi Indonesia!
Memahami Makna dan Pentingnya Dilestarikan: Tradisi 'Tepung Tawar' dalam Budaya Indonesia
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno Mengangkat Pulau Penyengat sebagai Pusat Studi Budaya Melayu Islam Global
Sudah tahu belum? Patung Selamat Datang Jakarta dibuat di Sleman Yogyakarta, lho
Lezatnya Kuliner Batam ala Food Vlogger: Menparekraf Review Produk Peserta Workshop KaTa Kreatif
Menuju Indonesia Emas 2045: Peran Ekonomi Kreatif Menjadi Pilar Utama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Sukses dalam Setahun Program #NgeShortsBareng: 300 UMKM Diberdayakan oleh Menparekraf
Membangkitkan Jiwa Kepemimpinan Pelaku Parekraf: Program IDLP Menginspirasi di Berbagai Destinasi