Memahami Makna dan Pentingnya Dilestarikan: Tradisi 'Tepung Tawar' dalam Budaya Indonesia

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 31 Juli 2023 | 12:02 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno dalam Tradisi Tepung Tawar. (kemenparekraf.go.id)
Menparekraf Sandiaga Uno dalam Tradisi Tepung Tawar. (kemenparekraf.go.id)

WartaPesona.com- Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, telah menyimpan kekayaan budaya yang kental, salah satunya adalah tradisi "Tepung Tawar". Tradisi adat khas Melayu ini memiliki kearifan budaya yang tinggi dan telah menjadi sorotan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

Ia bahkan ikut serta dalam prosesi "Tepung Tawar" di Desa Wisata Pulau Penyengat yang mendapatkan penghargaan sebagai salah satu dari 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.

Dalam kunjungannya, Menparekraf Sandiaga terlibat dalam prosesi "Tepung Tawar" yang dilaksanakan di Balai Adat Indra Perkasa, sebuah bangunan peninggalan sejarah yang kaya akan nilai-nilai budaya.

Baca Juga: Masa Depan Gemilang: Generasi Muda Penentu Ekonomi Indonesia!

Setelah mengikuti tradisi ini, Menteri Sandiaga memberikan apresiasi atas pentingnya pelestarian "Tepung Tawar" sebagai salah satu potensi wisata budaya yang menarik.

Tradisi "Tepung Tawar" menawarkan pesan-pesan doa yang baik, pantun, dan gurindam yang sarat dengan makna.

Melalui tradisi ini, kearifan budaya dan warisan nenek moyang terus terjaga dan menjadi bagian yang hidup dalam kehidupan masyarakat Pulau Penyengat. Hal ini membuat Menteri Sandiaga berpendapat bahwa tradisi ini harus terus dilestarikan agar dapat diapresiasi oleh generasi mendatang.

Baca Juga: Perhatikan, 5 aksesori interior mobil ini bisa berisiko sebabkan bahaya

Lebih jauh, Menparekraf menyatakan bahwa tradisi "Tepung Tawar" memiliki potensi sebagai salah satu unggulan daya tarik wisata Indonesia. Wisata budaya telah menjadi sorotan dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dengan melestarikan tradisi ini, Pulau Penyengat dapat semakin menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menyaksikan dan merasakan kekayaan budaya yang diwariskan dari masa ke masa.

Pentingnya dukungan dari pemerintah dan masyarakat dalam pelestarian tradisi "Tepung Tawar" tidak dapat diabaikan.

Baca Juga: Kementerian BUMN Menyediakan Solusi Terbaik untuk Kreditur Istaka Karya

Melalui kesadaran kolektif untuk melestarikan budaya, Pulau Penyengat dan daerah-daerah lain di Indonesia dapat memperkuat identitas budaya mereka, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

Menteri Sandiaga Salahuddin Uno, sebagai pemimpin di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, terus mendorong upaya pelestarian tradisi-tradisi berharga seperti "Tepung Tawar".

Dengan mengapresiasi dan mendukung upaya pelestarian tradisi ini, diharapkan bahwa kekayaan budaya Indonesia akan terus bersinar dan menjadi daya tarik bagi dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Sumber: Kemenparekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X