Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno Mengangkat Pulau Penyengat sebagai Pusat Studi Budaya Melayu Islam Global

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 31 Juli 2023 | 12:17 WIB
Pulau Penyengat  (kemenparekraf.go.id)
Pulau Penyengat (kemenparekraf.go.id)

WartaPesona.com- Pulau Penyengat, yang telah masuk dalam 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023, kini menjadi sorotan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

Beliau berkomitmen untuk menjadikan Pulau Penyengat sebagai Pusat Studi Budaya Melayu Islam Sedunia yang menarik perhatian wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Setelah mengelilingi Desa Wisata Pulau Penyengat di Tanjung Pinang pada Sabtu, 29 Juli 2023, Menparekraf Sandiaga menyatakan bahwa pulau ini memainkan peran penting dalam sejarah kerajaan Riau-Lingga-Johor-Pahang dan kerajaan Riau-Lingga, terutama pada abad ke-18.

Baca Juga: Memahami Makna dan Pentingnya Dilestarikan: Tradisi 'Tepung Tawar' dalam Budaya Indonesia

Pulau Penyengat dengan bangunan bersejarah, struktur yang masih terjaga, serta makam pembesar kerajaan menjadi saksi bisu dari masa kejayaan kerajaan-kerajaan tersebut.

Tidak hanya itu, Pulau Penyengat juga telah menjadi destinasi andalan bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura, Malaysia, hingga Brunei Darussalam, yang tertarik untuk menggali dan memahami lebih dalam tentang budaya Melayu.

Oleh karena itu, Menparekraf Sandiaga berencana untuk memberikan fasilitasi melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk berbagai intervensi kebijakan, termasuk mengembangkan Pulau Penyengat menjadi Pusat Studi Budaya Melayu Islam yang memikat dan menarik perhatian dunia.

Baca Juga: Masa Depan Gemilang: Generasi Muda Penentu Ekonomi Indonesia!

Pulau Penyengat tak hanya menawarkan pesona wisata religi, tetapi juga mengajak para wisatawan untuk mengunjungi berbagai bangunan peninggalan sejarah, serta mengambil pelajaran berharga dari masa lalu untuk kehidupan masa kini.

Inilah yang menjadikan Pulau Penyengat sebagai tujuan wisata yang unik dan berbeda.

Dalam upaya mengembangkan potensi Pulau Penyengat sebagai Pusat Studi Budaya Melayu Islam Sedunia, Menparekraf Sandiaga tidak berjalan sendirian.

Baca Juga: Perhatikan, 5 aksesori interior mobil ini bisa berisiko sebabkan bahaya

Beliau ditemani oleh Staf Khusus Menparekraf Bidang Akuntabilitas, Pengawasan, Reformasi, dan Birokrasi, Irjen Pol Krisnandi, serta Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf, Indra Ni Tua. Plt. Kadispar Provinsi Kepulauan Riau, Luki Zaiman Prawira, juga turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Dengan upaya bersama dan komitmen untuk memajukan potensi budaya Indonesia, Pulau Penyengat diharapkan dapat menjadi destinasi unggulan yang menarik minat para wisatawan dunia, serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tanah air.

Baca Juga: Kementerian BUMN Menyediakan Solusi Terbaik untuk Kreditur Istaka Karya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Sumber: Kemenparekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X