New Murabba Arab Saudi: Kota Masa Depan atau Khayalan? Bakal Jadi Pusat Pariwisata Baru yang Futuristik

photo author
Tim WartaPesona, Warta Pesona
- Selasa, 21 Februari 2023 | 23:35 WIB
The Line dan Neom: Megaprojek Ambisius Arab Saudi Berlanjut dengan New Murabba | wartapesona.com (Foto : Public Investment Fund / pif.gov.sa)
The Line dan Neom: Megaprojek Ambisius Arab Saudi Berlanjut dengan New Murabba | wartapesona.com (Foto : Public Investment Fund / pif.gov.sa)

Baca Juga: Digelar Muktamar Haji di Saudi, Ulama Indonesia: Kemungkinan Penyembelihan Hewan Dam di Tanah Air

Para pejabat Saudi telah menegaskan bahwa pekerjaan pada proyek-proyek tersebut berjalan sesuai rencana.

Tidak jelas berapa biaya New Murabba, atau bagaimana PIF berencana membiayainya.

Ketika ditanya tentang biaya dan rencana pendanaan, PIF mengatakan kepada CNN bahwa detailnya belum diungkapkan dan akan mengumumkan informasi lebih lanjut nanti.

Beberapa analis skeptis, mengatakan bahwa kerajaan mungkin tidak dapat mengumpulkan cukup dana untuk memenuhi ambisinya.

Pemandangan umum selama Mdlbeast Soundstorm 2021 pada 19 Desember 2021 di Riyadh, Arab Saudi.
Mengapa tempat kelahiran Islam menjadi tuan rumah salah satu rave terbesar di dunia
"Keuangan semuanya belum sepenuhnya terjamin. Mereka telah mencoba untuk mendapatkan banyak investasi langsung asing (FDI) untuk mewujudkan proyek ini," kata Krieg, menambahkan bahwa investasi tidak datang seperti yang diharapkan Riyadh.

Baca Juga: Kreativitas Membangun Rumah Tinggal Dari Pesawat Terbang Bekas Yang Terkesan Gila : Kisah Jo Ann dan Campbell

Arab Saudi berharap dapat meningkatkan FDI-nya menjadi 388 miliar riyal ($103 miliar) setiap tahun pada tahun 2030. FDI saat ini kerajaan berada pada $19 miliar pada tahun 2021, menurut laporan Investasi Dunia 2022 Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD).

Apakah kerajaan akan mampu membiayai proyek ini juga tergantung pada harga minyak, kata Henderson.

Harga per barel saat ini berada di bawah $80, katanya, mencatat bahwa kerajaan mungkin perlu harga minyak melebihi $100 untuk membiayai megaproyek nasional.

Baca Juga: Perjalanan Mengerikan ke New York: Air New Zealand Putar Balik Pesawat

Sementara beberapa orang mengejek kota baru ini dan meragukan kelayakannya, yang lain menunjukkan kemiripan yang aneh antara pencakar langit kubusnya dengan situs suci Islam di Mekah.

Kaabah, yang namanya berasal dari akar kata yang sama dengan nama bangunan Mukaab baru, adalah struktur yang dipalingkan oleh miliaran umat Muslim untuk shalat lima kali sehari, dan tempat yang dikunjungi jutaan orang dalam ibadah haji setiap tahunnya.

"Mempersembahkan bangunan Kaaba baru yang secara eksklusif didedikasikan untuk kapitalisme terasa terlalu jelas," cuit Murtaza Hussain, seorang jurnalis. *** (SA)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tim WartaPesona

Sumber: CNN

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X