WartaPesona.com - Ini adalah mimpi buruk. Kamu mencoba untuk pergi ke suatu tempat, sudah mempersiapkan dan merencanakan semuanya dengan baik, namun akhirnya kamu kembali ke titik awal.
Itulah yang terjadi pada Bryan Gottlieb, seorang penumpang frequent flyer bersama dengan penumpang lainnya dari Air New Zealand, pada hari Kamis ketika perjalanan mereka dari Auckland ke Bandara Internasional John F. Kennedy di New York terganggu oleh pemadaman listrik di bandara tersebut.
Terminal 1 JFK ditutup dan beberapa penerbangan yang dijadwalkan mendarat di sana harus dialihkan. Beberapa penerbangan internasional mendarat di bandara lain seperti Newark, Washington Dulles, Boston Logan, melansir dari CNN.com
Baca Juga: Perayaan Rahina Tumpek Krulut di Bali: Menjaga Kearifan Lokal dan Membangun Tresna Kasih
Penerbangan Gottlieb, ANZ2, berputar balik di tengah perjalanan dan mendarat kembali di Auckland, lebih dari 16 jam setelah berangkat dari bandara yang sama. Situs pelacakan penerbangan, FlightAware, mencatat waktu terbang total selama 16 jam 25 menit, dengan pesawat berbalik sekitar di tengah-tengah perjalanan yang dijadwalkan.
"Saya sedang tidur dengan nyenyak, dan saya bangun dengan perasaan bahwa saya pasti akan segera mendarat di JFK," kata Gottlieb dalam pesan kepada CNN Travel. Lalu "penumpang di sebelah saya mengetuk bahu saya dan berkata 'apakah kamu tahu kita hampir kembali ke Auckland?'"
Gottlieb mengatakan sesama penumpang memberitahunya dua atau tiga jam sebelum pesawat dijadwalkan mendarat. Pengumuman tentang perubahan rute baru disampaikan hampir saat pesawat kembali ke Selandia Baru, meski "kamu bisa melihat rute kami di pelacak, dan kabar itu menyebar," kata Gottlieb.
Baca Juga: Sinopsis Unlocked, FIlm Misteri yang Sulit DItebak. Baru Mulai Tayang Hari ini Di Netflix
Ia mengatakan bahwa ketika pilot memberikan pengumuman, "ia mengakui bahwa sebagian keputusan didasarkan pada efisiensi jadwal untuk maskapai penerbangan, dan bahwa kurangnya kru di bandara dekat JFK akan menyebabkan penundaan lebih lanjut bagi maskapai penerbangan."
Penumpang tidak senang.
"Semua orang di pesawat itu pasti lebih memilih berada di bandara mana pun di Amerika Serikat, apalagi Newark atau LaGuardia yang berada di area yang sama," kata Gottlieb, seorang desainer game yang sedang dalam perjalanan pulang dari perjalanan kerja selama lima minggu untuk bergabung dengan pesta lajang saudaranya.
Maskapai penerbangan meminta maaf
Air New Zealand mengatakan pada Kamis dalam pernyataannya kepada CNN Travel bahwa "mengalihkan ke pelabuhan AS lain akan berarti pesawat akan tetap di darat selama beberapa hari, memengaruhi sejumlah layanan dan pelanggan yang dijadwalkan."
Baca Juga: Chloe Lattanzi Ungkap Kata Terakhir Ibunya, Olivia Newton-John
Saat itu, penerbangan masih dalam perjalanan kembali ke Auckland, dan maskapai penerbangan mengatakan timnya siap membantu pelanggan dengan pemesanan penerbangan berikutnya yang tersedia.
"Pernyataan minta maaf dari Air New Zealand setelah penerbangan dialihkan dan menimbulkan keterlambatan hingga 16 jam"
Maskapai penerbangan Air New Zealand meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh penumpang akibat dialihkannya penerbangan dan keterlambatan hingga 16 jam. Seorang penumpang, Gottlieb, menghabiskan delapan jam menunggu di bandara Auckland sebelum akhirnya terbang ke Los Angeles dan terhubung ke JFK.
Artikel Terkait
Sandiaga Uno Sampaikan ATF dan Travex 2023 Bangkitkan Ekonomi dan Perluas Lapangan Kerja di Yogyakarta
6 Destinasi Laboan Bajo yang Harus Dikunjungi, Healing dengan Warisan Alam dan Budaya. Ini Daftarnya !
Nirjhara: Resort Mewah dengan Konsep Sustainable Luxury di Bali, Membaurkan Arsitektur dan Seni Kontemporer
Sandiaga Uno Pencapaian Target Parekraf 2023 Perlu Ditopang dengan Deregulasi
Angela Tanoesoedibjo: Catalyst Changemakers Ecosystem Solusi Masalah Sampah di Destinasi Wisata
Sandiaga Uno Kemenparekraf Dukung Ajang FSAI di 7 Kota Untuk Tingkatkan Kualitas Film Indonesia
3 Destinasi Wisata ini Wajib Dikunjungi Selama Anda di Danau Toba Menyaksikan Event F1 PowerBoat
9 Destinasi Warisan Alam dan Budaya sebagai Panduan Pariwisata di Raja Ampat, Papua Barat
Kabar Gembira Bagi Yang Ingin Mudik Mulai 26 Februari, Tiket KA Lebaran Sudah Dapat Dipesan!
Yuk Healing! Selama F1 PowerBoat, Jelajahi Destinasi Desa Wisata di Tapanuli Utara, Sisi Lain dari Danau Toba