WartaPesona.com - Belakangan ini, Labuan Bajo menjadi tujuan destinasi wisata popular oleh para wisatawan lokal. Masyarakat Kabupaten Manggarai Barat terdiri atas beragam suku, seperti suku Manggarai dan Bajo.
Sementara mayoritas penduduk di Labuan Bajo adalah suku Bajo. Selain bahasa resmi nasional bahasa Indonesia, penduduk juga menggunakan bahasa Manggarai dengan dialek Manggarai Barat.
Labuan Bajo merupakan kawasan di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, yang memiliki berbagai jenis keindahan flora dan fauna. Salah satu keunikan dari daerah ini adalah adanya spesies biawak besar bernama Komodo.
Bahkan tempat penangkarannya, Taman Nasional Komodo, sempat terpilih menjadi New 7 Wonders of Nature oleh New 7 Wonders Foundation pada tahun 2012, seperti dilansir dari Pesona Magazine IV/21 Kemenparekraf.
Taman Nasional Komodo adalah satu-satunya habitat Komodo di dunia. Oleh karena itu, wilayah Labuan Bajo termasuk dalam program “10 Bali Baru” sebagai Destinasi Super Prioritas (DSP).
Selain itu, Labuan Bajo juga menyim- pan berbagai keindahan alam seperti objek wisata Pink Beach atau Pantai Pink, Manta Point, Pulau Padar, Pulau Kelor, dan Kampung Melo.
Baca Juga: Naura Hakim : Seorang Model yang Jatuh Cinta pada Alam Indonesia, Keselarasan Harmoni Antar Alam dan Budaya
1. Taman Nasional Komodo
Taman nasional ini merupakan tempat bernaung bagi spesies Komodo sejak tahun 1980 dan terus
dijaga hingga sekarang. Spesies Komodo (Vara- nus komodoensis) adalah spesies reptil purba yang langka dan hampir punah.
Hewan Komodo dapat dikenali sebagai reptil besar menyerupai kadal raksasa yang meiliki panjang 2-3 meter dan berat dapat mencapai 165 kg atau 100 kg saat perut kosong.
Sebagai predator, Komodo dapat berlari hingga 18-20 km/jam dan memiliki senjata yaitu bakteri pada liurnya untuk melumpuhkan mangsanya.
Oleh karena itu, setiap rombongan pengunjung akan dipandu oleh pemandu lokal sebagai keamanan.
Baca Juga: Nikmati Liburan Seru Wisata Berkelanjutan 5 Desa Sekitar Labuan Bajo
2. Pink Beach
Pulau Komodo menyimpan kejutan lain selain Komodo, yaitu pantai indah- nya yang berwarna merah muda.
Pantai yang biasa disebut dengan Pink Beach mendapatkan warnanya dari hewan yang berukuran kecil bernama Foraminifera.
Hewan ini kemudian memberikan pigmen merah pada koral-koral yang kemudian terbawa ombak menuju pesisir.
Baca Juga: Sandiaga Uno Dukung Kemenparekraf Gelar Pelatihan Kembangkan Desa Wisata di Kawasan DPSP Labuan Bajo
Biasanya koral yang sampai pesisir telah hancur menjadi serpihan, butiran-butiran halus dan akhirnya bercampur dengan pasir, mewarnai pantai menjadi warna pink.
Pantai ini juga menawarkan pengunjung untuk melakukan diving atau snorkeling tanpa perlu khawatir dengan visibilitas karena pantai ini memiliki air yang jernih.
3. Pulau Padar
Pulau Padar merupakan pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca.
Meski termasuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo, Pulau Padar tidak memiliki Komodo. Hewan raksasa tersebut pernah hidup di pulau ini, namun karena terganggunya rantai makanan mengakibatkan hilangnya populasi Komodo.
Kini Pulau Padar biasa dikenal pemandangannya yang eksotis. Topografi tanah yang terjal berupa bukit bersatu dengan teluk laut dalam, memanjakan mata para pengunjung pulau.
Baca Juga: Serunya Eksplorasi Kampung Budaya Compang To'e Melo, dekat Labuan Bajo
Pulau Padar memilki iklim yang kering dengan semak dan rumput yang menutupi pulau, menciptakan pemandangan berupa bukit sabana yang indah.
4. Manta Point
Artikel Terkait
Catat Tanggalnya ! LPDP Buka Kompetisi Riset Bidang Transisi Energi 2023
Mari Kenali 4 Jenis Kopi Paling Terkenal di Dunia, Simak Urutannya !
5 Jenis Kopi Nusantara dan Karakteristiknya. Penting untuk Anda Tahu!
Apa Perbedaan Barista dan Bartender? Simak Perbedaan Pekerjaan Ini
Sandiaga Uno Meluncurkan AKI 2023 dengan Target 10000 Pelaku Ekonomi Kreatif untuk Membuka Lapangan Kerja
Tips Bisnis : Optimalkan Peringkat Halaman Web Anda dengan Menulis Artikel dengan Judul SEO Berkualitas
Kabar Gembira Bangga! Indonesia Sukses Berpartisipasi di Bursa Pariwisata Internasional "SATTE 2023"
KAI Bagikan Suvenir dan Adakan Event Lomba Foto di Hari Valentine
Sandiaga Uno Sampaikan ATF dan Travex 2023 Bangkitkan Ekonomi dan Perluas Lapangan Kerja di Yogyakarta
Tok ! DPR Sepakat Rincian Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2023: Jemaah Reguler Akan Bayar Rp49,8 Juta