Baca Juga: Protes Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Kades di Sragen Nekat Aksi Mandi Lumpur
Tak Seimbang dengan Kontribusi Legislator
Lebih lanjut, Tri menyoroti bahwa masa jabatan anggota DPR yang bersifat sementara dinilai tidak sebanding dengan
manfaat jangka panjang berupa pensiun seumur hidup yang dibebankan pada anggaran negara.
Ia menilai kondisi ini berpotensi memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat, bahwa negara lebih memprioritaskan kesejahteraan elite politik dibandingkan pekerja sektor publik lainnya.
“Bahkan muncul anggapan bahwa fasilitas ini tidak sebanding dengan kontribusi nyata legislator terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Tri juga mengungkapkan, sebagai warga negara dan pembayar pajak, dirinya merasakan langsung dampak dari kebijakan anggaran yang dinilai tidak adil tersebut.
Baca Juga: Pascabanjir Bandang, Rumah Warga Pidie Jaya Masih Dipenuhi Lumpur dan Sisa Material
Ketimpangan Nyata dalam Fenomena Sosial
Dalam keterangannya, Tri menjelaskan bahwa ketentuan pensiun DPR berpotensi bertentangan dengan prinsip persamaan di hadapan hukum serta hak atas kesejahteraan yang dijamin UUD 1945.
“Dana negara yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan publik seperti pendidikan, kesehatan,
dan kesejahteraan masyarakat luas, justru digunakan untuk menjamin pensiun seumur hidup anggota legislatif,” paparnya.
Menurut Tri, kondisi ini mencerminkan ketimpangan nyata dalam struktur jaminan sosial di Indonesia,
terutama jika dibandingkan dengan profesi lain yang mengabdi puluhan tahun namun memperoleh jaminan pensiun yang jauh lebih kecil.
“Itulah dasar permohonan saya. Ini berdasarkan fakta objektif yang saya alami serta observasi terhadap fenomena sosial, fiskal, dan konstitusional,” tambahnya. *****
Baca Juga: Sekolah Rakyat Tak Sekadar Pendidikan, Kemensos Temukan Beragam Masalah Kesehatan Anak Miskin
Sindiran Lewat Lagu Oemar Bakri di Ruang Sidang
Untuk menggambarkan kontras tersebut, Tri menyampaikan sindiran simbolik dengan melantunkan sepenggal lagu Oemar Bakri karya musisi legendaris Iwan Fals di ruang sidang MK.
Artikel Terkait
Sekolah Rakyat Tak Sekadar Pendidikan, Kemensos Temukan Beragam Masalah Kesehatan Anak Miskin
Pascabanjir Bandang, Rumah Warga Pidie Jaya Masih Dipenuhi Lumpur dan Sisa Material
Protes Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Kades di Sragen Nekat Aksi Mandi Lumpur
Pasar di Karanganyar Diterjang Angin Puting Beliung, Dagangan Pedagang Beterbangan