Sekolah Rakyat Tak Sekadar Pendidikan, Kemensos Temukan Beragam Masalah Kesehatan Anak Miskin

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 22 Januari 2026 | 11:33 WIB
Sekjen Kemensos Robben Rico Ungkap soal Pengawasan Kesehatan Anak-anak Sekolah Rakyat, Pastikan Keamanan dari Penyakit di Asrama - WartaPesona.com (Hits IDN)
Sekjen Kemensos Robben Rico Ungkap soal Pengawasan Kesehatan Anak-anak Sekolah Rakyat, Pastikan Keamanan dari Penyakit di Asrama - WartaPesona.com (Hits IDN)

WartaPesona.com - Program Sekolah Rakyat yang dijalankan Kementerian Sosial (Kemensos) di bawah arahan

Presiden Prabowo Subianto bukan hanya membuka akses pendidikan layak bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem,

tetapi juga mengungkap berbagai persoalan mendasar lain yang selama ini tersembunyi, salah satunya masalah kesehatan anak-anak Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung

Presiden Prabowo yang bertujuan memuliakan wong cilik serta memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Namun, seiring implementasinya di berbagai daerah, Sekolah Rakyat justru membuka fakta lain bahwa kemiskinan

tidak hanya berdampak pada rendahnya akses pendidikan, tetapi juga buruknya kondisi kesehatan anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos, Robben Rico, saat menjadi narasumber dalam forum diskusi Jaringan Pemred Promedia (JPP) yang digelar secara daring pada Selasa, 20 November 2026.

Baca Juga: Jalan Tanah hingga Tanpa Listrik, Sekjen Kemensos Kisahkan Kondisi Rumah Calon Siswa Sekolah Rakyat di Kalteng 

Masalah Kesehatan Terungkap Sejak Awal

Rico menjelaskan, setiap calon siswa Sekolah Rakyat wajib menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum resmi mengikuti kegiatan belajar, terutama karena sistem pendidikan yang diterapkan berbasis asrama.

“Saat mereka masuk pertama kali tanggal 14 Juli 2025, sejak kelahiran Sekolah Rakyat, kami langsung melakukan cek kesehatan seluruh siswa,” ujar Rico.

Hasil pemeriksaan tersebut, kata Rico, cukup mencengangkan dan membuka mata pemerintah terhadap realitas yang dihadapi anak-anak miskin ekstrem.

“Hampir 100 persen dari mereka tidak pernah sikat gigi. Ini bukan karena mereka tidak mau, tapi karena tidak mampu,” ungkapnya.

Baca Juga: Bertahun-tahun Mengajar PAUD, Guru Ini Ungkap Gaji Bulanan Tak Sampai Rp300 Ribu Sebulan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X