WartaPesona.com - Empat kabupaten di Aceh, yakni Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Pidie Jaya, dan Gayo Lues, masih berstatus tanggap darurat hingga 22 Januari 2026.
Perpanjangan status tersebut ditetapkan pemerintah daerah lantaran banyak wilayah pemukiman warga yang belum pulih,
akses masih terbatas, serta lumpur sisa banjir masih menumpuk di rumah-rumah penduduk.
Di tengah upaya pembersihan yang berjalan lambat, persoalan lumpur pascabanjir kini menjadi perhatian utama.
Pasalnya, bulan suci Ramadan tinggal menghitung pekan, sementara ribuan warga Aceh belum bisa kembali menempati rumah mereka secara layak.
Baca Juga: Sekolah Rusak Diterjang Banjir, Bocah Agam Sumbar Tetap Simpan Harapan Bisa Belajar Kembali
Dua Bulan Pascabencana, Lumpur Masih Menimbun Rumah
Hampir dua bulan setelah banjir bandang dan tanah longsor menerjang, kondisi di sejumlah kawasan pemukiman di Aceh masih memprihatinkan.
Lumpur tebal berwarna cokelat keabu-abuan masih mengendap di lantai rumah, halaman, hingga badan jalan.
Kondisi terbaru tersebut terekam dalam unggahan relawan kebencanaan, Bayu Gawtama, melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam video yang diunggah pada Minggu, 18 Januari 2026, tampak alat berat jenis eskavator dikerahkan untuk mengeruk lumpur di area pemukiman warga.
“Update 18 Januari 2026, sebulan sebelum puasa, lumpur masih penuhi rumah warga,” tulis Bayu dalam keterangan unggahannya.
Dalam video tersebut, terlihat warga bergotong royong bersama relawan dan operator alat berat membersihkan lumpur yang licin dan lengket.
Lumpur hasil pengerukan kemudian diangkut menggunakan truk untuk dibuang ke lokasi penampungan sementara.
Tak sedikit warga yang masih harus membersihkan rumahnya secara manual, menyekop lumpur yang telah mengeras,
Artikel Terkait
Terisolir Pascabencana, Warga Linge Aceh Tengah Tempuh Medan Sungai dan Tebing Demi Jual Durian ke Kota
Haru di Posko Kesehatan, Seorang Ayah Berjuang Cari Obat demi Kesembuhan Anaknya
Aksi Kemanusiaan Togap MCI di Aceh Tamiang, Masak dan Berbagi untuk Korban Banjir
Sekolah Rusak Diterjang Banjir, Bocah Agam Sumbar Tetap Simpan Harapan Bisa Belajar Kembali