Terisolir Pascabencana, Warga Linge Aceh Tengah Tempuh Medan Sungai dan Tebing Demi Jual Durian ke Kota

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 19 Januari 2026 | 11:41 WIB
Musim durian yang sedang panen di Kute Reje, Kecamatan Linge membuat warga kini banyak menggratiskannya pada relawan yang datang - WartaPesona.com (Detik Sumsel)
Musim durian yang sedang panen di Kute Reje, Kecamatan Linge membuat warga kini banyak menggratiskannya pada relawan yang datang - WartaPesona.com (Detik Sumsel)

WartaPesona.com - Salah satu wilayah yang masih merasakan dampak serius adalah Desa Kute Reje, Kecamatan Linge, Aceh Tengah.

Ironisnya, di tengah keterisolasian itu, warga justru tengah mengalami panen raya durian Jamat, salah satu varietas durian unggulan daerah tersebut.

Melimpahnya hasil panen tak serta-merta membawa kesejahteraan. Rusaknya akses jalan membuat warga kesulitan memasarkan durian

ke pusat perdagangan, khususnya ke Kota Takengon, yang selama ini menjadi tujuan utama penjualan hasil kebun.

Jalan Rusak, Warga Terpaksa Tempuh Medan Berbahaya

Hingga kini, sebagian besar wilayah di Aceh Tengah masih mengandalkan jembatan darurat berupa tali sling untuk menyeberangi sungai yang memisahkan antar desa.

Tak sedikit warga yang harus berjalan kaki menyusuri tebing batu di pinggiran sungai dengan arus deras demi mencapai akses jalan lain.

Perjuangan tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @serta_lia_gali, yang memperlihatkan warga Desa Kute Reje menggendong karung-karung berisi durian sambil melintasi bebatuan licin di tepi sungai.

“Proses pengangkutan durian Jamat. Perjuangan ayah untuk keluarga bahagia,” tulis akun tersebut dalam keterangan video, dikutip Jumat, 16 Januari 2026.

Dalam rekaman itu, warga tampak meniti dua bilah bambu yang dijadikan jembatan darurat di atas batu besar.

Di bawahnya, sungai berwarna cokelat mengalir deras, menyisakan risiko besar jika terpeleset.

Baca Juga: Haru Ayah Syafiq Ali untuk Himawan usai Tragedi Gunung Slamet : Kamu Kini Bagian dari Keluarga Kami

Harus Jalan Kaki 2 Kilometer dari Kebun

Pada video lain, seorang warga menjelaskan beratnya perjuangan membawa hasil kebun dari lokasi panen menuju tempat penjualan.

“Ini dipikul dengan jarak dua kilometer dari perkebunan, lewat jalan terjal dan sungai, tebing,” ujar warga tersebut.

Ia berharap pemerintah segera membuka kembali akses jalan agar perekonomian masyarakat bisa kembali bergerak normal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB

Houthi, Sekutu Iran di Yaman Serang Arab Saudi.

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:03 WIB

Iran Menyerang Aset Militer Amerika di Bahrain

Senin, 13 Juli 2026 | 19:08 WIB
X