Sebaliknya, impor hanya tumbuh 1,18 persen, yang menandakan peningkatan daya saing produk ekspor Indonesia.
Secara sektoral, industri pengolahan tumbuh 5,54 persen, dengan subsektor logam dasar melonjak 18,62 persen dan industri kimia-farmasi naik 11,65 persen.
Sektor pertanian mencatat pertumbuhan 4,93 persen, sedangkan sektor perdagangan, akomodasi, dan komunikasi tumbuh di atas 5 persen.
Pesan Presiden Prabowo dan Laporan Menko Airlangga
Dalam kesempatan terpisah, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan hasil pertumbuhan ekonomi kuartal III ini langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Airlangga menyampaikan bahwa Prabowo menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan hingga kuartal IV 2025.
Baca Juga: Polemik Utang Rp116 Triliun Proyek Whoosh: Menkeu Purbaya Tegas Tolak Bayar, Istana Desak Danantara Cari Jalan!
“Sudah dilaporkan, dan momentum ini harus dijaga sampai kuartal keempat,” kata Airlangga di Jakarta, Rabu, 5 November 2025.
Airlangga menambahkan bahwa meski pertumbuhan sedikit melambat dari kuartal II yang mencapai 5,12 persen, pemerintah tetap optimistis target pertumbuhan tahunan 5,2 persen bisa tercapai.
Menurutnya, konsumsi rumah tangga memang sempat melemah, tetapi berbagai indikator ekonomi menunjukkan potensi penguatan kembali.
“Kuartal IV akan meningkat, inflasi juga cenderung naik di akhir kuartal III,” ujarnya.
Beberapa indikator ekonomi seperti indeks keyakinan konsumen yang berada di level 115, PMI manufaktur di atas 51, serta data belanja dari Mandiri Spending Index dan BCA menunjukkan tren positif.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan Sikap: Amnesti Pajak Tak Boleh Jadi Budaya
“Daya beli masyarakat meningkat, terlihat dari kenaikan investasi pada emas, perhiasan, serta peningkatan pengeluaran rumah tangga,” jelas Airlangga.***
Analisis Pakar dan Prospek Ekonomi ke Depan
Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Permata Bank, Faisal Rachman, menilai perlambatan pada kuartal III bersifat musiman dan masih menunjukkan arah pemulihan yang solid.
“Pertumbuhan 5,04 persen ini memperlihatkan pemulihan yang kuat setelah periode lebaran di kuartal sebelumnya. Secara kumulatif, pertumbuhan selama sembilan bulan pertama tahun 2025 mencapai sekitar 5,01 persen,” ujar Faisal dalam keterangan tertulisnya.
Artikel Terkait
Prabowo Kejar Target Tekan Pengangguran RI di 2025: Meniru Jerman, Menkeu Purbaya Siapkan Stimulus Ekonomi
Menkeu Purbaya Siap Blacklist Importir Pakaian Bekas, DPR: Langkah Tegas Selamatkan Industri Tekstil Nasional
Gaya 'Koboy' Menkeu Purbaya Dinilai Efektif, Ternyata Berdampak Langsung ke Daya Beli dan Kepercayaan Publik