“Kami mengimbau pemerintah daerah untuk membentuk badan kolaboratif yang mampu mengoordinasikan ekosistem wisata kesehatan daerah masing-masing. Kolaborasi lintas sektor mutlak dibutuhkan untuk mendukung ekosistem yang kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Menteri Pariwisata mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperkuat branding, promosi, serta pengembangan SDM dalam sektor wellness tourism. “Kita memiliki potensi yang besar untuk menjadi destinasi unggulan di Asia Tenggara. Yang dibutuhkan sekarang adalah sinergi dan percepatan implementasi.”
Dengan kehadiran KEK Sanur dan Bali International Hospital, Indonesia kini melangkah lebih jauh menuju era baru pariwisata berbasis kesehatan yang menyatukan pelayanan unggul, budaya lokal, dan keindahan alam dalam satu destinasi terpadu.***
Artikel Terkait
Kolaborasi Menyambut Wisman 2025: Kemenpar Perkuat Tiga Pintu Masuk Utama Indonesia
Gerakan Wisata Bersih: Kemenpar Gelar Program Unggulan untuk Kebersihan Destinasi dan Keselamatan Wisatawan
Menpar Widiyanti Putri Wardhana Lantik Pejabat Baru di Kemenpar, Tegaskan 7 Prinsip untuk Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan
Sinergi Global untuk Pariwisata Indonesia: Kemenpar dan Qatar Airways Perluas Jangkauan Promosi Internasional
Koperasi Merah Putih: Sinergi Strategis Kemenpar dan Kemenkop Bangkitkan Potensi Desa Wisata
Menata Ulang Wisata Edukasi: Kemenpar Susun Regulasi Demi Keamanan dan Nilai Pembelajaran
Kemenpar Intensifkan Evaluasi Geopark Kaldera Toba: Strategi Nasional Hadapi “Yellow Card” UNESCO
Kemenpar Hadir di Osaka World Expo 2025: Strategi Diplomasi Pariwisata Menuju Peningkatan Kunjungan Wisman Asia Timur
Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif: Strategi Inklusif dan Berkelanjutan Kemenpar Dorong Kebangkitan Sektor Wisata Nasional
Kemenpar Perkuat SDM Gizi Nasional Lewat Pelatihan Dapur SPPI untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis