KEK Sanur Jadi Pilar Baru Wisata Kesehatan: Menteri Pariwisata Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama di Asia

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Jumat, 27 Juni 2025 | 17:25 WIB
Menpar Widiyanti Putri Wardhana saat turut hadir dalam peresmian KEK Sanur dan Bali International Hospital oleh Presiden Prabowo Subianto di Sanur, Bali, Rabu (25/6/2025). (Foto: kemenpar.go.id)
Menpar Widiyanti Putri Wardhana saat turut hadir dalam peresmian KEK Sanur dan Bali International Hospital oleh Presiden Prabowo Subianto di Sanur, Bali, Rabu (25/6/2025). (Foto: kemenpar.go.id)

 

WartaPesona.com- Jakarta, 26 Juni 2025 — Peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital oleh Presiden Prabowo Subianto di Sanur, Bali, disambut hangat oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Menurutnya, kehadiran kawasan terintegrasi ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan wisata kesehatan (wellness tourism) Indonesia yang bertaraf internasional.

Menteri Pariwisata Widiyanti, yang turut hadir dalam acara peresmian tersebut pada Rabu (25/6/2025), menyampaikan bahwa KEK Sanur menjadi pilot project strategis dalam mewujudkan layanan wisata medis dan kebugaran yang terstandarisasi.

Baca Juga: Tahun Baru Hijriah 1447 H, Menag: Wujudkan Semangat Hijrah Menuju Umat Berkualitas

“Peresmian ini sesuai dengan skema pengembangan pariwisata kesehatan yang bertumpu pada fasilitas layanan yang telah terakreditasi nasional dan internasional,” ujarnya.

KEK Sanur dikembangkan oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) dan dikelola oleh Danantara Indonesia, berdiri di atas lahan seluas 41,6 hektare.

Kawasan ini mengintegrasikan berbagai fasilitas mulai dari rumah sakit berstandar internasional, akomodasi, pusat konvensi, hingga ruang pemulihan yang memadukan sentuhan budaya lokal.

Baca Juga: Hijrah sebagai Transformasi Makna: Pesan Menag Sambut Tahun Baru Islam 1447 H

Seluruh elemen tersebut dirancang untuk mendukung Sanur sebagai destinasi unggulan Health and Wellness Tourism kelas dunia.

“Terintegrasinya fasilitas kesehatan dan pariwisata adalah salah satu quick win yang kita harapkan. Ini bisa menjadi model ekosistem ideal yang memberikan pengalaman paripurna bagi wisatawan sekaligus pasien,” jelas Widiyanti.

Bali International Hospital yang berada di dalam KEK Sanur akan melayani berbagai Center of Excellence (CoE), seperti kardiologi, onkologi, neurologi, ortopedi, kesehatan reproduksi, pengobatan regeneratif seperti stem cell, hingga layanan estetika dan pengobatan tradisional.

Hal ini diyakini akan menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara yang mencari layanan medis berkualitas tinggi di lokasi wisata unggulan.

Lebih jauh, Widiyanti menekankan bahwa keberadaan KEK Sanur juga mendukung implementasi visi besar pemerintah dalam Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Salah satunya adalah kemandirian bangsa melalui penguatan sektor ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan tentunya ekonomi berbasis kesehatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X