WartaPesona.com- Jakarta, 26 Juni 2025 — Peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital oleh Presiden Prabowo Subianto di Sanur, Bali, disambut hangat oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Menurutnya, kehadiran kawasan terintegrasi ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan wisata kesehatan (wellness tourism) Indonesia yang bertaraf internasional.
Menteri Pariwisata Widiyanti, yang turut hadir dalam acara peresmian tersebut pada Rabu (25/6/2025), menyampaikan bahwa KEK Sanur menjadi pilot project strategis dalam mewujudkan layanan wisata medis dan kebugaran yang terstandarisasi.
Baca Juga: Tahun Baru Hijriah 1447 H, Menag: Wujudkan Semangat Hijrah Menuju Umat Berkualitas
“Peresmian ini sesuai dengan skema pengembangan pariwisata kesehatan yang bertumpu pada fasilitas layanan yang telah terakreditasi nasional dan internasional,” ujarnya.
KEK Sanur dikembangkan oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) dan dikelola oleh Danantara Indonesia, berdiri di atas lahan seluas 41,6 hektare.
Kawasan ini mengintegrasikan berbagai fasilitas mulai dari rumah sakit berstandar internasional, akomodasi, pusat konvensi, hingga ruang pemulihan yang memadukan sentuhan budaya lokal.
Baca Juga: Hijrah sebagai Transformasi Makna: Pesan Menag Sambut Tahun Baru Islam 1447 H
Seluruh elemen tersebut dirancang untuk mendukung Sanur sebagai destinasi unggulan Health and Wellness Tourism kelas dunia.
“Terintegrasinya fasilitas kesehatan dan pariwisata adalah salah satu quick win yang kita harapkan. Ini bisa menjadi model ekosistem ideal yang memberikan pengalaman paripurna bagi wisatawan sekaligus pasien,” jelas Widiyanti.
Bali International Hospital yang berada di dalam KEK Sanur akan melayani berbagai Center of Excellence (CoE), seperti kardiologi, onkologi, neurologi, ortopedi, kesehatan reproduksi, pengobatan regeneratif seperti stem cell, hingga layanan estetika dan pengobatan tradisional.
Hal ini diyakini akan menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara yang mencari layanan medis berkualitas tinggi di lokasi wisata unggulan.
Lebih jauh, Widiyanti menekankan bahwa keberadaan KEK Sanur juga mendukung implementasi visi besar pemerintah dalam Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Salah satunya adalah kemandirian bangsa melalui penguatan sektor ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan tentunya ekonomi berbasis kesehatan.
Artikel Terkait
Kolaborasi Menyambut Wisman 2025: Kemenpar Perkuat Tiga Pintu Masuk Utama Indonesia
Gerakan Wisata Bersih: Kemenpar Gelar Program Unggulan untuk Kebersihan Destinasi dan Keselamatan Wisatawan
Menpar Widiyanti Putri Wardhana Lantik Pejabat Baru di Kemenpar, Tegaskan 7 Prinsip untuk Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan
Sinergi Global untuk Pariwisata Indonesia: Kemenpar dan Qatar Airways Perluas Jangkauan Promosi Internasional
Koperasi Merah Putih: Sinergi Strategis Kemenpar dan Kemenkop Bangkitkan Potensi Desa Wisata
Menata Ulang Wisata Edukasi: Kemenpar Susun Regulasi Demi Keamanan dan Nilai Pembelajaran
Kemenpar Intensifkan Evaluasi Geopark Kaldera Toba: Strategi Nasional Hadapi “Yellow Card” UNESCO
Kemenpar Hadir di Osaka World Expo 2025: Strategi Diplomasi Pariwisata Menuju Peningkatan Kunjungan Wisman Asia Timur
Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif: Strategi Inklusif dan Berkelanjutan Kemenpar Dorong Kebangkitan Sektor Wisata Nasional
Kemenpar Perkuat SDM Gizi Nasional Lewat Pelatihan Dapur SPPI untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis