Undangan Haji Raja Salman: Simbol Kehormatan dan Diplomasi Spiritual Global

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Rabu, 28 Mei 2025 | 20:57 WIB
Menag menerima piagam simbolis program haji undangan kerajaan Arab Saudi kepada pemerintah. (Foto: Kemenag.go.id)
Menag menerima piagam simbolis program haji undangan kerajaan Arab Saudi kepada pemerintah. (Foto: Kemenag.go.id)

 

WartaPesona.com- Jakarta (Kemenag) – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa undangan berhaji dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud merupakan sebuah kehormatan besar bagi tokoh-tokoh dunia, termasuk dari Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Menag dalam acara pelepasan jemaah haji tamu Kerajaan Arab Saudi di Jakarta, Selasa (27/5/2025).

“Ini biaya pribadinya keluarga Raja yang mengundang orang-orang terhormat, tokoh-tokoh masyarakat di seluruh dunia.

Baca Juga: Tanazul: Strategi Inovatif Kurangi Kepadatan Mina, Menag Optimistis Haji 2025 Sukses

Bukan saja dari Indonesia, tapi juga dari negara-negara seperti Amerika, Eropa, bahkan negara-negara non-Muslim juga banyak yang diundang,” ujar Nasaruddin Umar.

Undangan berhaji ini bukan sekadar fasilitas ibadah, melainkan penghargaan spiritual dan simbol persahabatan global.

Para jemaah tamu kerajaan akan menerima pelayanan khusus selama menjalankan ibadah haji, termasuk fasilitas eksklusif yang langsung disiapkan oleh Kerajaan Arab Saudi.

Baca Juga: Ketua MUI: Sambut Iduladha dengan Syukur, Puasa Arafah, dan Ibadah Kurban

“Banyak sekali fasilitas yang diberikan. Jadi beruntunglah mereka yang mendapat undangan ini.

Menunaikan haji mungkin bisa dilakukan oleh banyak orang, tetapi menjadi tamu khusus kerajaan adalah kesempatan yang sangat langka,” lanjut Menag.

Menag juga menitipkan pesan kepada para jemaah agar senantiasa menjaga martabat bangsa Indonesia selama berada di Tanah Suci. Ia berharap jemaah dapat menjadi representasi nilai-nilai kebaikan, kedamaian, dan toleransi.

Baca Juga: Memperkuat Kemitraan ASEAN: Presiden Prabowo dan PM Siphandone Bahas Perluasan Perdagangan dan Kerja Sama Strategis

“Jadilah Duta Besar Indonesia di sana. Jaga perilaku, ucapan, dan citra baik bangsa. Bila kita menjadi tamu yang baik, tuan rumah pun akan menerima kita dengan penuh kehormatan,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X