Tanazul: Strategi Inovatif Kurangi Kepadatan Mina, Menag Optimistis Haji 2025 Sukses

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Rabu, 28 Mei 2025 | 09:30 WIB
Menag Nasaruddin Umar. (Foto: Setneg.go.id)
Menag Nasaruddin Umar. (Foto: Setneg.go.id)

 

WartaPesona.com- Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama Republik Indonesia, KH Nasaruddin Umar, menyampaikan optimisme tinggi terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 yang dinilai akan berlangsung dengan lancar dan sukses.

Dalam pernyataan resminya usai Sidang Isbat awal Zulhijah di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (27/5/2025), Menag menekankan pentingnya inovasi dan pendekatan solutif dalam pengelolaan haji, salah satunya melalui penerapan skema tanazul.

Tanazul merupakan strategi pengaturan arus pergerakan jamaah yang ditempatkan di hotel sekitar area Jamarat. Jamaah dalam skema ini tidak menginap di tenda Mina, melainkan kembali ke hotel setelah menjalani lontar jumrah pada malam hari.

Baca Juga: Ketua MUI: Sambut Iduladha dengan Syukur, Puasa Arafah, dan Ibadah Kurban

Langkah ini dinilai sebagai bentuk inovasi untuk mengurai kepadatan di kawasan Mina yang selama ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam manajemen ibadah haji.

“Langkah skema tanazul ini kami ambil untuk mengurangi kepadatan di Mina. Bahkan, hotel tempat mereka menginap lebih dekat ke lokasi lontar jumrah dibandingkan tenda Mina. Ini adalah bagian dari ikhtiar kami agar jamaah merasa lebih nyaman dan ibadah dapat berjalan lancar,” ujar Menag.

Diperkirakan sebanyak 30 ribu jamaah akan mengikuti skema tanazul pada musim haji 2025 ini. Dengan jumlah tersebut, kepadatan di Mina diharapkan dapat berkurang secara signifikan, sehingga pelaksanaan lontar jumrah dan aktivitas lainnya dapat lebih tertib dan aman, terutama bagi jamaah lanjut usia dan disabilitas.

Baca Juga: Memperkuat Kemitraan ASEAN: Presiden Prabowo dan PM Siphandone Bahas Perluasan Perdagangan dan Kerja Sama Strategis

Penyelenggaraan Haji Berjalan Lancar, Tantangan Diatasi
Menag Nasaruddin juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran penyelenggaraan ibadah haji hingga hari ke-27 masa operasional.

Menurutnya, seluruh tantangan dan kendala yang muncul di lapangan dapat direspons dan diselesaikan dengan cepat oleh jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Salah satu tantangan yang sempat muncul adalah terkait penempatan pasangan suami-istri, orang tua-anak, dan jamaah lansia atau disabilitas yang sempat terpisah dalam akomodasi. Namun, Menag menyebutkan bahwa tim petugas haji berhasil mengoordinasikan ulang penempatan mereka agar dapat tinggal dalam satu lokasi.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen ASEAN pada Perdamaian Myanmar dan Stabilitas Kawasan di Sesi Retreat KTT ke-46

“Kami juga bersyukur karena jamaah, terutama suami istri dan anggota keluarga, dapat kami tempatkan dalam satu hotel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X