Ia menyebut, menanam pohon dan merawat alam merupakan ibadah ekologis yang mencerminkan cinta kepada Sang Pencipta.
“Krisis lingkungan bukan hanya soal teknologi, tapi soal cara kita memahami hubungan manusia dengan alam,” ujar Nasaruddin, sembari mencontohkan gerakan penanaman pohon yang telah dilaksanakan di madrasah dan rumah ibadah.
Abrahamisme dan Dialog Kemanusiaan
Menutup pidatonya, Nasaruddin mengutip ayat Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 62) yang mengakui keselamatan bagi semua yang beriman dan berbuat baik, tanpa membatasi pada satu umat.
Ia menyerukan semangat dialog Abrahamik, kerja sama lintas iman untuk membangun dunia yang damai dan berkelanjutan.
"Kita semua adalah pewaris ajaran Abrahamik. Dunia ini milik bersama, dan tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.
Kehadiran Menag RI di forum ini bukan hanya menunjukkan wajah damai Islam Indonesia, tetapi juga membawa pesan bahwa moderasi, toleransi, dan cinta pada bumi adalah warisan yang patut dibagikan ke panggung global.***
Artikel Terkait
BTPN Syariah Resmi Jadi Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang, Kemenag: Langkah Strategis Perkuat Ekosistem Wakaf
Tidak Ada Sekolah Selama Ramadhan? Kemenag Memiliki Wacana untuk Meliburkan Sekolah Selama Ramadhan untuk Menyeimbangkan Ibadah dan Pembelajaran
1.000 Dai Kemenag Sambut Ramadan: Misi Dakwah ke Wilayah 3T dan Luar Negeri
Berkah Ramadan: Kemenag Salurkan Kurma Raja Salman ke Seluruh Indonesia
Mudik Gratis Kemenag 1446 H: Perjalanan Penuh Berkah Menuju Kampung Halaman
Menyatukan Langkah Menuju Baitullah: Manasik Haji Nasional Perdana Kemenag Libatkan 140 Ribu Jemaah Secara Daring
Kemenag Raih Rekor MURI dengan Bimbingan Manasik Haji Nasional, 140 Ribu Peserta Bersatu dalam Doa
Waspada! Kemenag Ingatkan Risiko Berat Jika Gunakan Visa Non Haji
Kemenag Gelar Orientasi Terintegrasi PPIH Arab Saudi 1446 H untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Jemaah Haji
Optimalisasi Tata Kelola Dam/Hadyu 2025: Langkah Kemenag Perkuat Akuntabilitas dan Manfaat Sosial Ibadah Haji