Menag Nasaruddin Umar Paparkan Moderasi Beragama dan Ekoteologi di Georgetown University

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Kamis, 22 Mei 2025 | 10:24 WIB
Menag Nasaruddin menyampaikan gagasannya di Georgetown University, Washington. (Foto: Kemenag.go.id)
Menag Nasaruddin menyampaikan gagasannya di Georgetown University, Washington. (Foto: Kemenag.go.id)

Ia menyebut, menanam pohon dan merawat alam merupakan ibadah ekologis yang mencerminkan cinta kepada Sang Pencipta.

“Krisis lingkungan bukan hanya soal teknologi, tapi soal cara kita memahami hubungan manusia dengan alam,” ujar Nasaruddin, sembari mencontohkan gerakan penanaman pohon yang telah dilaksanakan di madrasah dan rumah ibadah.

Abrahamisme dan Dialog Kemanusiaan
Menutup pidatonya, Nasaruddin mengutip ayat Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 62) yang mengakui keselamatan bagi semua yang beriman dan berbuat baik, tanpa membatasi pada satu umat.

Ia menyerukan semangat dialog Abrahamik, kerja sama lintas iman untuk membangun dunia yang damai dan berkelanjutan.

"Kita semua adalah pewaris ajaran Abrahamik. Dunia ini milik bersama, dan tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.

Kehadiran Menag RI di forum ini bukan hanya menunjukkan wajah damai Islam Indonesia, tetapi juga membawa pesan bahwa moderasi, toleransi, dan cinta pada bumi adalah warisan yang patut dibagikan ke panggung global.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X