Menurut data Siskohat hingga Senin (19/5/2025) pukul 07.55 Waktu Arab Saudi, lebih dari 122.000 jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci, dengan 26.404 di antaranya merupakan jemaah lansia.
Angka ini menunjukkan betapa pentingnya kehadiran fasilitas yang ramah terhadap kelompok rentan.
Fasilitas transportasi inklusif seperti ini menjadi kunci dalam mendukung keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran pelaksanaan ibadah haji, terutama bagi jemaah dengan kondisi kesehatan terbatas.
Dengan kolaborasi lintas negara dan pemanfaatan teknologi yang tepat guna, pelayanan ibadah haji Indonesia terus bertransformasi menuju sistem yang humanis dan berkeadilan.***
Artikel Terkait
BTPN Syariah Resmi Jadi Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang, Kemenag: Langkah Strategis Perkuat Ekosistem Wakaf
Tidak Ada Sekolah Selama Ramadhan? Kemenag Memiliki Wacana untuk Meliburkan Sekolah Selama Ramadhan untuk Menyeimbangkan Ibadah dan Pembelajaran
1.000 Dai Kemenag Sambut Ramadan: Misi Dakwah ke Wilayah 3T dan Luar Negeri
Berkah Ramadan: Kemenag Salurkan Kurma Raja Salman ke Seluruh Indonesia
Mudik Gratis Kemenag 1446 H: Perjalanan Penuh Berkah Menuju Kampung Halaman
Menyatukan Langkah Menuju Baitullah: Manasik Haji Nasional Perdana Kemenag Libatkan 140 Ribu Jemaah Secara Daring
Kemenag Raih Rekor MURI dengan Bimbingan Manasik Haji Nasional, 140 Ribu Peserta Bersatu dalam Doa
Waspada! Kemenag Ingatkan Risiko Berat Jika Gunakan Visa Non Haji
Kemenag Gelar Orientasi Terintegrasi PPIH Arab Saudi 1446 H untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Jemaah Haji
Optimalisasi Tata Kelola Dam/Hadyu 2025: Langkah Kemenag Perkuat Akuntabilitas dan Manfaat Sosial Ibadah Haji