3. Letjen S Parman
Lahir di Wonosobo Jawa Tengah, 4 Agustus 1918. Pendidikannya di bidang intelijen, dan pernah belajar di Jepang untuk memperdalam ilmu intelijen pada Kenpei Kasya Butai.
4. Letjen (Anumerta) MT Haryono
Lahir di Surabaya Jawa Timur, 20 Januari 1924. Pernah belajar di kedokteran Ika Dai Gaku di Jakarta. Setelah kemerdekaan, MT Haryono bergabung bersama TKR dengan pangkat mayor.
Baca Juga: Yang suka makanan seafood kepiting, yuk ingat lagi Fatwa MUI berikut ini
Menguasai bahasa Belanda, Inggris, dan Jerman, sehingga sering melakukan berbagai perundingan internasional.
Bekerja di Kementerian Pertahanan, dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Delegasi Militer Indonesia.
Kemudian menjadi Atase Militer RI untuk Negeri Belanda tahun 1950, dan sebagai Direktur Intendans dan Deputi Ill Menteri/Panglima Angkatan Darat pada 1964.
5. Mayjen DI Panjaitan
Lahir di Balige Tapanuli, 9 Juni 1925. Pendidikan militer di Gyugun Jepang, dan ditempatkan di Pekanbaru Riau. Setelah Indonesia merdeka, ikut membentuk TKR.
Baca Juga: Penderita asam urat harus hindari 9 makanan ini, 2 di antaranya durian dan seafood
Diangkat sebagai Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat, dan pernah belajar di Amerika Serikat.
6. Mayjen Sutoyo Siswomiharjo
Lahir di Kebumen Jawa Tengah, 28 Agustus 1922. Pendidikan di Balai Pendidikan Pegawai Tinggi Jakarta. Dan, menjadi pegawai negeri di Kabupaten Purworejo.
Setelah Proklamasi, bergabung dengan TKR di bagian Kepolisian dan menjadi anggota Korps Polisi Militer.
Kemudian, diangkat sebagai ajudan Kolonel Gatot Subroto, menjadi Kepala Bagian Organisasi Resimen II Polisi Tentara di Purworejo.
Pada tahun 1961, menjadi Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat, hingga wafat pada peristiwa G30S PKI 1965.
Baca Juga: Pameran Nget-Ngetan, acara seni budaya yang mengangkat spirit ketahanan pangan di Yogyakarta
7. Brigjen Katamso
Lahir di Sragen Jawa Tengah, 5 Februari 1923. Pendidikan militer di PETA di Bogor. Kemudian diangkat menjadi Shodanco PETA di Solo. Setelah Proklamasi, masuk TKR yang kemudian menjadi TNI.
Artikel Terkait
Man City vs Wolves : Haaland Kembali Menjadi Pahlawan Saat Menang 3-0, Cetak Hattrick ke Empat, Total 31 Gol
Perjuangan Pahlawan Indonesia dalam Memajukan Pendidikan
Kemenangan 1-0 Mallorca atas Valencia: Vedat Muriqi Menjadi Pahlawan
Pahlawan di Balik Layar: Kurnia Meiga Mengucapkan Terima Kasih pada Erick Thohir setelah 6 Tahun Berjuang
Wisata sejarah kemerdekaan RI di Museum Joang 45 Jakarta, mengenang jasa para pahlawan
Wisata sejarah di Museum TNI AD Yogyakarta, mengenang perjuangan pahlawan merebut kemerdekaan RI
Mengenang Brigjen Katamso dan Kolonel Sugiyono, pahlawan revolusi di Monumen Pahlawan Pancasila Kentungan
Tamu negara akan hadiri peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya