WartaPesona.com - Sesekali perlu sekiranya untuk berwisata sejarah, misalnya dengan mengunjungi Museum Joang 45 di jalan Menteng Raya Jakarta Pusat.
Museum Joang 45 di Menteng Jakarta Pusat merupakan saksi sejarah perjuangan para pemuda meraih kemerdekaan Indonesia.
Dengan mengunjungi Museum Joang 45 di Menteng Jakarta Pusat, setidaknya bisa memupuk jiwa nasionalisme dan cinta tanah air.
Terlebih pada momentum HUT ke-78 kemerdekaan RI Agustus 2023 nanti, mengenang jejak sejarah perjuangan adalah salah satu bentuk penghargaan bagi jasa-jasa para pahlawan.
Baca Juga: Makna dan link download Logo HUT ke-78 Kemerdekaan RI 2023, Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Dilansir dari laman museumjakarta.com, Museum Joang 45 di Menteng Jakarta Pusat adalah gedung bersejarah yang dibangun pada masa kolonial Belanda di Batavia pada sekitar tahun 1920.
Pada masanya itu, gedung tersebut merupakan sebuah hotel paling mewah yang dibangun oleh seorang Belanda bernama L.C Schomper, sehingga diberi nama Hotel Schomper.
Hotel itu digunakan sebagai tempat singgah para pejabat Belanda, dan pejabat pribumi yang datang ke Jakarta.
Namun ketika Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang pada tahun 1942, Hotel Schomper kemudian menjadi markas jawatan propaganda Jepang yang bernama Sendenbu.
Baca Juga: Mengambil Pelajaran dari Insiden Konser Dewa 19, Ketua DPRD DKI Mendukung Pembaruan JIS
Sejak itulah bangunan tersebut berubah fungsi menjadi tempat belajar politik.
Militer Jepang juga mengizinkan para pemuda pribumi ikut belajar politik, yang diharapkan bisa turut membantu Jepang.
Karenanya pada saat itu gedung tersebut juga diberi nama Asrama Angkatan Baru Indonesia.
Namun para pemuda seperti AM Hanafi, Soekarni, termasuk Soekarno, pada akhirnya menggunakan intelektualitasnya untuk melawan segala bentuk penjajahan.
Hingga pada akhirnya ketika Indonesia merdeka, gedung tersebut kembali ke pangkuan RI.
Pada perkembangannya, gedung itu pun menjadi museum sejarah Gedung Juang 45, yang kini menjadi Museum Joang 45.
Baca Juga: Analisis Pengamat: Andika Perkasa Berpotensi Menambah Nilai Bagi Ganjar Pranowo
Museum Joang 45 berarsitektur Belanda ini menyimpan sejumlah benda-benda koleksi bersejarah dari masanya.
Di antaranya, mobil dinas resmi Presiden dan Wakil Presiden pertama RI yang disebut mobil REP 1 dan REP 2.
Mobil Peristiwa Pemboman di Cikini, dokumentasi dan lukisan yang mengisahkan perjuangan bangsa Indonesia pada tahun 1945 hingga 1950-an.
Selain itu, juga terdapat patung-patung pahlawan yang telah berjuang yang dibuat dalam bentuk dada.
Museum Joang 45 juga dilengkapi berbagai fasilitas lain seperti halaman belakang yang cukup luas dan teduh, Bioskop Joang 45 yang khusus menayangkan film dokumenter dan film tentang perjuangan pada zaman dahulu.
Baca Juga: Transjakarta tambah rute baru khusus ke Pekan Raya Jakarta, berlaku hingga 16 Juli 2023
Kemudahan, perpustakaan yang menyimpan referensi ilmiah di samping kanan gedung, Kantin Joang yang menyediakan berbagai makanan yang lezat untuk para pekerja dan pengunjung museum
Children Room.
Ada pula ruang khusus untuk menunjang kreativitas anak, foto studio yang menyimpang banyak kostum pahlawan yang bisa disewa oleh pengunjung yang ingin berfoto.
Toko suvenir atau cinderamata yang menjual barang-barang sebagai oleh-oleh pengunjung juga tersedia, mushola dan sebagainya.
Tak perlu khawatir berkunjung ke Museum Joang 45 di Menteng Raya Jakarta Pusat ini, karena fasilitas publik yang cukup lengkap. ***(KKT)
Artikel Terkait
Sandiaga Uno Menparekraf Apresiasi Keberadaan Museum Subak sebagai Sarana Wisata Edukasi
Liburan Ke Solo Wajib ke Museum Batik Danar Hadi Berikut 3 Alasannya
Museum Kapal Selam Surabaya: Menyelami Sejarah Maritim Indonesia
Yuk, belajar dan mengenal lebih jauh batik di Museum Batik Hartono Kota Solo
8 rekomendasi wisata di Jawa Timur yang menarik dikunjungi, dari gunung hingga pantai dan museum
Monas, tugu ikonik sarat sejarah perjuangan RI, lambang semangat nasionalisme meraih kemerdekaan
Jakarta masih punya situs sejarah lama dari kota tua zaman kolonial Belanda