Wisata sejarah di Museum TNI AD Yogyakarta, mengenang perjuangan pahlawan merebut kemerdekaan RI

photo author
Tim WartaPesona 4, Warta Pesona
- Senin, 31 Juli 2023 | 16:23 WIB
Salah satu koleksi di ruang senjata Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta.  (@kkt)
Salah satu koleksi di ruang senjata Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta. (@kkt)

WartaPesona.com - Mengunjungi Museum Pusat TNI AD Yogyakarta bisa menjadi media belajar sejarah perjuangan bangsa Indonesia, saat merebut kemerdekaan.

Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta, demikian nama lengkapnya, sudah dirintis pendiriannya sejak tahun 1952.

Sebelum menempati lokasi yang sekarang, Museum Pusat TNI AD Yogyakarta sempat berpindah-pindah tempat.

Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta kini menempati gedung bekas Markas KOREM 072/Pamungkas.

Baca Juga: Wisata Geoheritage Lava Bantal Berbah Sleman Yogyakarta, batuan vulkanik purba yang unik dan estetik

Namun jauh sebelum itu, Gedung Museum Pusat TNI AD sudah beberapa kali menjadi saksi sejarah penting bangsa ini.

Pada masa pendudukan Belanda, Gedung Museum Pusat TNI AD Yogyakarta merupakan perumahan pejabat administratur perkebunan Belanda.

Kemudian di zaman pendudukan Jepang, gedung tersebut menjadi markas tentara negara berlambang matahari terbit yang disebut Shudokan.

Setelah zaman kemerdekaan RI, gedung itu pun kemudian digunakan sebagai markas tertinggi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Pada zaman TKR inilah gedung tersebut menjadi saksi penting saat Letjen Urip Sumoharjo menyusun landasan dasar terbentuknya Angkatan Perang Republik Indonesia (TNI).

Baca Juga: Sudah tahu belum? Patung Selamat Datang Jakarta dibuat di Sleman Yogyakarta, lho

Di gedung itu pula Jenderal Besar Sudirman dipilih sebagai Pimpinan Tertinggi TKR, dan Letjen Urip Sumoharjo sebagai stafnya.

Setelah itu, bangunan gedung museum digunakan sebagai Markas KOREM 072/Pamungkas, dan kemudian menjadi Gedung Museum Pusat TNI AD Yogyakarta, pada tahun 1982.

Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta menyimpan berbagai benda peninggalan sejarah di masa perang kemerdekaan tahun 1945-1948.

Selengkapnya museum tersebut terdiri dari belasan ruang sejarah. Mulai dari Ruang Pengantar, Ruang Jenderal Sudirman, Ruang Letjen Urip Sumoharjo.

Ruang Palagan, Ruang Senjata Modal Perjuangan Kemerdekaan, Ruang Dapur Umum, Ruang Alkes, dan Alhub.

Baca Juga: Kelebihan mobil hybrid HEV dan PHEV, berkendara tanpa cemas kehabisan baterai

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ada Festival Iraw Tengkayu di Kalimantan Utara

Sabtu, 4 Juli 2026 | 06:18 WIB
X