Baca Juga: Soto: Kuliner Indonesia yang Menggugah Selera dan Menghangatkan Jiwa
Selain olahraga atau aktivitas fisik, durasi tidur yang tepat sangat penting untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan.
Sebuah penelitian menunjukkan tidur malam lebih lama akan membantu merangsang sekresi hormon pertumbuhan (GH).
Memperhatikan asupan makanan bagi anak sangat penting, karena pertumbuhan tinggi badan hanya akan terjadi hingga usia 18 tahun.
Baca Juga: Pecel: Kuliner Nusantara yang Segar, Nikmat, dan Sehat
Secara teori, manusia mencapai ketinggian akhir pada usia 18 hingga 20, dan setelah itu berhenti tumbuh.
Hal itu karena adanya pelat pertumbuhan di ujung tulang panjang pada tubuh, yang berkembang hingga menyebabkan tinggi badan bertambah.
Namun, lempeng pertumbuhan itu biasanya akan berhenti tumbuh setelah mencapai usia 18 tahun.
Demikanlah pentingnya memperhatikan asupan makanan pada usia anak. Dan, selalu ingat jangan konsumi gula berlebih.***(KKT)
Artikel Terkait
Rujak Bebek: Lezatnya Perpaduan Rasa Asam, Manis, Pedas, dan Gurih
Gorengan: Kelezatan Camilan Khas Indonesia yang Menggugah Selera
Makanan murah meriah kaya gizi dan nutrisi, dari tempe tahu hingga ikan lele
Ungkot Kemamah: Kuliner Khas Aceh yang Menggugah Selera
Pindang: Menggugah Selera dengan Kelezatan yang Membahagiakan
Pecel: Kuliner Nusantara yang Segar, Nikmat, dan Sehat
Soto: Kuliner Indonesia yang Menggugah Selera dan Menghangatkan Jiwa
Sate: Lezatnya Potongan Daging yang Dipanggang dengan Saus Khas
Burung Unta: Keunikan Fisik, Perilaku Menarik, dan Pentingnya Konservasi
Pecel Lele: Kelezatan Ikan Lele dalam Balutan Sambal Pedas dan Gurih