Kearifan Lokal dalam Setiap Sudut Desa
Konsep Tri Mandala yang diterapkan di Desa Penglipuran tidak hanya sekadar pembagian wilayah fisik, tetapi lebih jauh lagi mengandung filosofi kehidupan yang mendalam.
Desain tata ruang desa ini mencerminkan harmoni antara kehidupan manusia, alam, dan yang transenden.
Setiap elemen dalam desa ini memiliki peran dan makna yang sangat penting bagi masyarakat setempat, menciptakan kehidupan yang tertib dan penuh penghormatan terhadap tradisi.
Selain itu, Desa Penglipuran juga sangat memperhatikan kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Desa ini telah beberapa kali meraih penghargaan sebagai desa terbersih, termasuk mendapatkan penghargaan Kalpataru dan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) pada tahun 2017.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kesadaran masyarakat Desa Penglipuran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam sebagai bagian dari budaya mereka.
Di sepanjang jalan desa, para pengunjung akan disambut dengan pemandangan yang asri dan udara yang sejuk, berkat keberadaan tanaman hijau yang menghiasi setiap sudut desa.
Untuk menjaga kelestarian dan kebersihan desa, kendaraan bermotor dilarang masuk, dan pengunjung disarankan untuk berjalan kaki menikmati suasana desa yang tenang dan damai.***
Artikel Terkait
Kemenpar dan Asosiasi Pariwisata Bersatu, Bali Menuju Pariwisata Berkelanjutan
Bali Menuju Wisata Merata dan Berkelanjutan
Pantai Lovina: Bali Menuju Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan
Eksplorasi Pesona Nusantara: FAM Trip KOL India Promosikan Bali dan Lombok
Penurunan Mobilitas di Pulau Bali Selama Libur Nataru 2024: Kemenpar Nyatakan Wisata Tetap Aman dan Nyaman
Bali Sambut Libur Akhir Tahun: Nyaman, Aman, dan Penuh Pesona
Panduan Liburan ke Bali: Tips Penting untuk Menikmati Pulau Dewata
13 Tips Wisatawan Asing Liburan ke Pulau Bali Agar Perjalanan Anda Lancar dan Menyenangkan
Embers Ubud: Menyajikan Keajaiban Kuliner di Tengah Alam Bali
Desa Penglipuran Bali: Desa Terbersih di Dunia yang Menjadi Inspirasi Keberlanjutan Lingkungan