WartaPesona.com- Desa Penglipuran yang terletak di Bangli, Bali, telah dikenal luas tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena nilai-nilai budaya dan adat yang kental dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu hal yang membedakan Desa Penglipuran dari desa-desa lainnya adalah tata ruang desa yang unik dan sangat menghormati kearifan lokal Bali.
Desa ini menggunakan konsep Tri Mandala, sebuah filosofi tata ruang yang mengatur pembagian desa menjadi tiga wilayah berdasarkan tingkat kesucian dan tujuan sosialnya.
Baca Juga: Desa Penglipuran Bali: Desa Terbersih di Dunia yang Menjadi Inspirasi Keberlanjutan Lingkungan
Konsep Tri Mandala merupakan warisan adat Bali yang sudah ada sejak zaman dahulu. Istilah Tri dalam bahasa Sansekerta berarti tiga, dan Mandala berarti wilayah atau area.
Oleh karena itu, Tri Mandala mengacu pada pembagian wilayah desa ke dalam tiga bagian berdasarkan hierarki sosial dan spiritual yang dimiliki oleh masyarakat Bali.
Pembagian ini tidak hanya sekedar pembagian ruang, tetapi juga mencerminkan kedekatan dan hubungan antara manusia dengan alam, leluhur, serta Tuhan Yang Maha Esa.
Baca Juga: Indonesia Siap Berangkatkan 221 Ribu Jemaah Haji pada Musim Haji 2025, Melalui MoU dengan Arab Saudi
1. Utama Mandala: Tempat Suci dan Ibadah
Wilayah pertama, yaitu Utama Mandala, terletak di bagian utara desa dan merupakan zona yang dianggap paling suci.
Di wilayah ini terdapat tempat-tempat ibadah seperti Pura atau pura-pura kecil yang digunakan untuk melakukan ritual dan persembahyangan.
Sebagai wilayah yang dikhususkan untuk kegiatan spiritual, Utama Mandala adalah tempat di mana para penduduk desa menjalankan upacara keagamaan dan berdoa untuk mendapatkan berkah dari Tuhan dan para leluhur mereka.
Baca Juga: Tanda Penghormatan dan Persahabatan: PM Ishiba dan Istri Berziarah di TMPN Utama Kalibata
Pura-pura yang terletak di Utama Mandala juga memiliki fungsi sebagai pusat kegiatan adat. Sebagai contoh, upacara adat seperti Ngaben (upacara pembakaran mayat) dan Melasti (ritual pembersihan diri) dilakukan di wilayah ini.
Artikel Terkait
Kemenpar dan Asosiasi Pariwisata Bersatu, Bali Menuju Pariwisata Berkelanjutan
Bali Menuju Wisata Merata dan Berkelanjutan
Pantai Lovina: Bali Menuju Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan
Eksplorasi Pesona Nusantara: FAM Trip KOL India Promosikan Bali dan Lombok
Penurunan Mobilitas di Pulau Bali Selama Libur Nataru 2024: Kemenpar Nyatakan Wisata Tetap Aman dan Nyaman
Bali Sambut Libur Akhir Tahun: Nyaman, Aman, dan Penuh Pesona
Panduan Liburan ke Bali: Tips Penting untuk Menikmati Pulau Dewata
13 Tips Wisatawan Asing Liburan ke Pulau Bali Agar Perjalanan Anda Lancar dan Menyenangkan
Embers Ubud: Menyajikan Keajaiban Kuliner di Tengah Alam Bali
Desa Penglipuran Bali: Desa Terbersih di Dunia yang Menjadi Inspirasi Keberlanjutan Lingkungan