Pihak-pihak yang terkait dapat berupa lembaga swadaya masyarakat, organisasi mahasiswa, dan juga pihak keamanan untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam aksi tersebut.
6. Menjaga Komunikasi yang Baik dengan Pihak Keamanan
Mahasiswa perlu menjaga komunikasi yang baik dengan pihak keamanan. Hal ini bertujuan agar aksi yang dilakukan tidak mengganggu ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut.
Mahasiswa dapat menjalin komunikasi dengan pihak keamanan untuk memastikan bahwa aksi yang dilakukan berjalan dengan aman dan terhindar dari tindakan kekerasan.
Baca Juga: Mengenal Corporate Stockholm Syndrome, Kondisi Psikologis Yang Sering Terjadi Di Dunia Kerja
Mahasiswa memegang peran krusial sebagai penggerak perubahan di tengah-tengah masyarakat dan berperan penting dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat.
Namun, penting untuk diingat bahwa kegiatan aktivisme sosial perlu dilakukan dengan cara yang aman dan selalu menghormati aturan hukum yang berlaku.