Mengenal Corporate Stockholm Syndrome, Kondisi Psikologis Yang Sering Terjadi Di Dunia Kerja

photo author
Tim Warta Pesona 03, Warta Pesona
- Kamis, 27 April 2023 | 22:23 WIB
Corporate Stockholm Syndrome adalah proses yang sering terlihat dan terjadi di sebuah perusahaan dan dapat menghasilkan kinerja yang rendah karena stres, kurangnya inspirasi, dan kreativitas yang buruk akibat tindakan abusive di lingkungan kerja. | WartaPesona.com (Foto: trendfuture.co)
Corporate Stockholm Syndrome adalah proses yang sering terlihat dan terjadi di sebuah perusahaan dan dapat menghasilkan kinerja yang rendah karena stres, kurangnya inspirasi, dan kreativitas yang buruk akibat tindakan abusive di lingkungan kerja. | WartaPesona.com (Foto: trendfuture.co)

WartaPesona.com - Masuk akal bagi kamu sebagai atasan dalam suatu perusahaan untuk mencari lingkungan kerja yang ramah dan aman.

Hal yang bagus untuk berbisnis, tentu saja. Namun juga lebih baik untuk kebahagiaan dan kesehatan mental karyawanmu.

Sebagian besar pembisnis menyadari tanggung jawab ini.

Selain itu, terapkan prosedur dan instruksi untuk menangani perilaku yang tidak menguntungkan (seperti intimidasi, pelecehan, permusuhan, dan diskriminasi) yang membahayakan keseimbangan sosial dalam perusahaan.

Baca Juga: Langkah untuk Membangun Hubungan yang Sehat dengan Anak Anda

Namun, terlepas dari upaya terbaikmu, perilaku beracun di tempat kerja tertentu mungkin saja dapat terus berlanjut tanpa terkendali.

Sebuah fenomena yang dikenal sebagai "Corporate Stockholm Syndrome" menyebabkan sebagian pekerja bungkam terkait pelecehan dan eksploitasi di tempat kerja. bahkan mendukung tindakan negatif dan mengancam sesama karyawan

Tindakan pencegahan apa yang dapat kamu ambil sebagai pemberi kerja untuk menghindari situasi ini? 

Baca Juga: Tips untuk Menjaga Kesehatan Mental Anda

Apa Itu Corporate Stockholm Syndrome?

Perlu memahami mengenai Corporate Stockholm Syndrome, kenapa itu bisa muncul?

Bagaimana hal itu dapat terjadi di tempat kerja, apakah langkah pertama untuk mencegahnya?

Stockholm Syndrome bukanlah hal baru.

Namun secara resmi diakui pada awal 1970-an setelah insiden penyanderaan yang terjadi di Stockholm.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X