Oleh Toto Izul Fatah*
WartaPesosna.com - Jangan dulu curiga, apalagi menuduh judul di atas sebagai utopis yang mistik.
Saya hanya ingin membeber fakta, bangsa ini sudah cukup lama terpapar ingatan kolektif Nusantara, khususnya di kalangan Sunda dan Jawa, tentang sosok dirindukan sebagai dewa penyelamat.
Itulah yang sering kita dengar dengan istilah Ratu Adil.
Sebutan untuk sosok yang belum terlihat itu, biasanya muncul dan hidup kembali di masyarakat pada waktu zaman terasa gelap dan kehidupan semakin berat.
Istilah Ratu Adil yang konon akan datang di masa kalabendu (kekacauan) sering bergema dalam imajinasi kebudayaan di berbagai daerah lain, khususnya dalam rasa batin orang Sunda dan Jawa.
Mereka selalu berharap sosok itu pada waktunya akan muncul.
Pertanyaannya, mengapa mitos atau gagasan tentang Ratu Adil tak pernah benar-benar mati?
Baca Juga: Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri
Mengapa di tengah modernitas, era digital, ilmu pengetahuan, dan demokrasi prosedural itu, manusia Nusantara masih saja menoleh pada bayangan seorang penyelamat?
Jawabannya mungkin pahit. Karena kenyataan terlalu sering mengecewakan. Karena kekacauan dirasa sulit untuk diredakan dan karena beban kehidupan yang tak lagi bisa diselesaikan.
Salah satunya, bisa karena para elite politiknya sibuk mengurus dirinya sendiri dengan saling cakar, bisa juga karena pemimpinnya semakin tumpul tak berdaya.
Dalam situasi seperti itu, muncul sikap frustasi, lalu muncul pula halusinasi yang berbasis pada tradisi yang mereka yakini.