opini

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Saat orang-orang memenuhi jalanan untuk berpesta, ia masih duduk di depan kursi kosong milik ayahnya.

Trofi suatu hari akan tersimpan di museum. Rekor akan dipecahkan. Para pemain akan pensiun. Nama-nama baru akan menggantikan nama-nama lama.

Namun cinta seorang anak kepada ayahnya tidak pernah diukur oleh papan skor.

Di situlah sepak bola memperlihatkan wajahnya yang paling manusiawi. Ia bukan sekadar permainan. Ia menjadi wadah bagi kenangan, bahasa bagi kasih sayang yang sulit diucapkan, dan ruang tempat kehilangan dapat dikenang tanpa harus dijelaskan.

Tetapi ketika sorak sorai telah reda, setiap manusia tetap harus menjawab pertanyaan yang lebih sunyi. Apa yang membuat hidup ini benar-benar layak dijalani?

Sepak bola dapat menghadiahkan kita perayaan bersama. Namun makna hidup harus ditemukan di tempat yang lebih dalam daripada sebuah stadion.

Lampu stadion akhirnya dipadamkan. Nyanyian para pendukung menghilang bersama malam. Tetapi pencarian manusia tidak pernah benar-benar berakhir.

Sepanjang sejarah, manusia selalu mencari sebuah altar. Yang berubah hanyalah nama altar itu.***

*Denny JA ialah sastrawan dan penulis

Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi

Referensi

  1. Émile Durkheim. The Elementary Forms of Religious Life. Félix Alcan, 1912.
  2. Shirl J. Hoffman (ed.). Sport and Religion. Human Kinetics Books, 1992.
  3. Franklin Foer. How Soccer Explains the World: An Unlikely Theory of Globalization. Harper Perennial, 2004

 

Halaman:

Tags

Terkini

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB