Baca Juga: Piala Dunia 2026: Argentina Lolos ke Babak 32 Setelah Menang Melawan Austria
Gol. Austria langsung mengalami gangguan cuaca lokal.
Pendukung Argentina di seluruh dunia bersorak begitu keras hingga diduga menyebabkan rotasi bumi melambat 0,0000001 detik.
Menurut sumber yang tidak bisa diverifikasi, sekelompok alien yang sedang ngopi di Mars sampai menumpahkan cangkirnya.
Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Pelatih Austria, Ralf Rangnick, kabarnya memberikan tausiyah sepak bola di ruang ganti. "Tenang. Jaga Messi. Jangan kasih ruang." Seluruh pemain menjawab serempak. "Siap, bos!"
Baca Juga: Papua Membutuhkan Investor Internasional Untuk Menggarap Sektor Wisata
Di ruang sebelah, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, juga memberi arahan. "Messi, tambah lagi satu gol. Habis itu ngopi."
Babak kedua berlangsung lebih panas. Austria berusaha bangkit. Wajar saja. Masa negara kaya kalah dari negara yang sedang akrab dengan krisis ekonomi? Harga diri harus diperjuangkan.
Pergantian pemain dilakukan kedua tim. Intensitas meningkat. Benturan demi benturan terjadi. Kartu kuning beterbangan seperti brosur diskon di depan pusat perbelanjaan.
Austria terus menekan. Argentina terus bertahan sambil sesekali menyerang. Lalu tibalah menit 90+5. Saat sebagian penonton sudah mencari posisi nyaman untuk pulang, Messi justru membuka toko.
Dikepung banyak pemain Austria, ruang geraknya nyaris tidak ada. Dalam situasi yang bagi manusia biasa terlihat mustahil, Messi kembali menggunakan kaki kirinya. Gol. Lagi.
Schlager hanya bisa melihat bola masuk sambil mempertanyakan keputusan hidup yang membawanya ke pertandingan ini. Skor berubah menjadi 2-0. Peluit panjang berbunyi.
Austria tumbang. Argentina menang. Messi memborong seluruh gol seperti Kejagung memborong tiga pentolan BGN.
Hasil ini memastikan Argentina lolos ke babak 32 sekaligus memuncaki Grup J. Austria tetapdi posisi kedua.***
*Rosadi Jamani ialah Ketua SATUPENA Kalimantan Barat