opini

Kapolri dan Makam BJ Habibie Yang Terlewat

Minggu, 21 Juni 2026 | 19:11 WIB
Toto Izul Fatah

Oleh Toto Izul Fatah*

WartaPesona.com - Ziarah adalah salah satu cara untuk mengingat kematian, mengenang jasa seseorang, dan memperoleh pelajaran, tentu positif.

Begitu pun yang dilaksanakan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke makam tiga mantan Presiden Republik Indonesia, Soekarno, Soeharto, dan Gus Dur, menjelang hari Bhayangkara ke-80 juga tak ada yang salah.

Dalam tradisi bangsa yang menghormati jasa para pendahulu, berziarah semacam itu bukan sekadar ritual tabur bunga. Ia adalah pesan moral bahwa institusi Polri ingin menyerap nilai kepemimpinan, pengabdian, nasionalisme, dan pengorbanan para pemimpin bangsa.

Baca Juga: Gubernur Jakarta Pramono Anung Mencanangkan Pembangunan Pedestrian Deck di Dukuh Atas

Berdasarkan pemberitaan, rangkaian ziarah itu dilaksanakan ke makam Bung Karno di Blitar, Gus Dur di Jombang, dan Soeharto di Astana Giribangun, Karanganyar.

Namun, justru karena berziarah itu membawa pesan simbolik yang besar, publik wajar bertanya, mengapa makam Presiden ke-3 BJ Habibie, tidak masuk dalam rangkaian ziarah tersebut?

Pertanyaan ini penting bukan untuk mencari-cari kesalahan Kapolri. Bukan pula untuk mengecilkan makna berziarah kepada Soekarno, Soeharto, dan Gus Dur. Mereka jelas tokoh besar bangsa dengan jejak sejarah masing-masing.

Tetapi, ketika seorang Kapolri berziarah ke makam para mantan presiden, lalu ada satu mantan presiden yang terlewat tanpa penjelasan, ruang tafsir publik menjadi terbuka lebar.

Baca Juga: Serangan Besar Rusia Timbulkan Ledakan dan Kebakaran di Ukraina

Ada apa? Kenapa?

Dalam komunikasi publik, simbol yang tidak dijelaskan bisa berubah menjadi spekulasi. Apalagi menyangkut tokoh sebesar BJ Habibie.

Habibie bukan sekadar mantan presiden. Ia adalah Presiden ke-3 Republik Indonesia yang juga dikenang sebagai Bapak Teknologi Indonesia, seorang teknokrat, ilmuwan dirgantara, dan figur yang membawa imajinasi besar bahwa anak bangsa bisa berdiri sejajar dengan dunia melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pemerintah sendiri pernah menyebut Habibie sebagai “Bapak Teknologi” ketika mengenang wafatnya beliau, dan Habibie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Halaman:

Tags

Terkini

Tak Cukup Ashabiyah Hambalang

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB