Kapolri dan Makam BJ Habibie Yang Terlewat

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Minggu, 21 Juni 2026 | 19:11 WIB
Toto Izul Fatah
Toto Izul Fatah

Sebab Habibie bukan catatan kaki dalam sejarah Indonesia. Ia adalah salah satu bab penting dalam perjalanan bangsa ini.

Jika Kapolri ingin menjadikan ziarah ini sebagai refleksi kebangsaan menjelang hari Bhayangkara, lengkapilah refleksi itu dengan menghormati Habibie. Sebab bangsa besar bukan hanya bangsa yang menghormati pendiri republik, pemimpin pembangunan, atau tokoh pluralisme, tetapi juga bangsa yang menghormati ilmuwan-negarawan yang pernah menjaga Indonesia di masa transisi paling genting.

Habibie layak diziarahi. Bukan hanya karena ia mantan presiden, tetapi karena ia adalah simbol bahwa Indonesia pernah punya mimpi besar, menjadi bangsa yang maju, cerdas, demokratis, dan percaya diri di hadapan dunia.***

*Toto Izul Fatah ialah Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA dan Ketua Umum IKA PP Ibadurrahman YLPI Tegalega Sukabumi, Jawa Barat

Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kapolri dan Makam BJ Habibie Yang Terlewat

Minggu, 21 Juni 2026 | 19:11 WIB

Tak Kunjung Selesai

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:09 WIB

Doaku Untuk Presidenku, Solusi Lewat Jalan Sunyi

Jumat, 19 Juni 2026 | 09:06 WIB

Sunda Dalam Angka, Etika, dan Budaya

Kamis, 18 Juni 2026 | 11:13 WIB

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:43 WIB

Sejarah Tahun Baru Islam, Waktunya Pejabat Hijrah

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:25 WIB

Pesan Profetik Film Jangan Buang Ibu

Senin, 15 Juni 2026 | 07:33 WIB

Amar Brkic, Garuda Muda dari Frankfurt

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:57 WIB

Membaca Sumpah "Demi Allah" Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 15:41 WIB
X