opini

Hilangnya Nama Gibran di Barisan Pendukung Prabowo, Pecah Kongsi?

Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:29 WIB

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Amerika Lolos ke Babak 32 Besar Setelah Menang Melawan Australia

"Hidup Prabowo."

Masalahnya, publik tahu, pemerintahan sekarang ini bernama Prabowo-Gibran. Bukan Prabowo dan tujuh bayangannya. Tetapi anehnya, nama Gibran seperti hilang ditelan segitiga Bermuda politik. Tidak muncul. Tidak disebut. Tidak terlihat. Seolah-olah ada editor tak kasat mata yang menghapus namanya dari seluruh naskah acara.

Kalau ini hanya terjadi sekali, mungkin bisa disebut kebetulan. Tteapi dalam politik, kebetulan adalah makhluk langka. Terutama ketika hilangnya nama itu terjadi tepat setelah Gibran mendapatkan sorotan positif karena menerima mahasiswa yang berdemo.

Di sinilah muncul pertanyaan yang membuat kopi terasa lebih nikmat. Apakah ini sekadar aksi dukungan terhadap MBG?

Baca Juga: Erick Thohir Ajak Jhon Herdman Melapor ke Presiden Prabowo Subianto Tentang Sepak Bola Menuju Piala Dunia

Atau sebenarnya ada pertarungan narasi yang sedang berlangsung di balik layar?

Jangan-jangan sebagian pendukung Prabowo sedang mengirim pesan halus kepada publik, seluruh keberhasilan pemerintahan harus dikreditkan kepada Prabowo.

Jangan-jangan mereka sedang berusaha memastikan siapa yang menjadi tokoh utama dalam film bernama Pemerintahan 2024-2029.

Kalau dugaan itu benar, situasinya menjadi menarik. Sebab semua orang tahu kemenangan Prabowo Gibran kemarin tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Joko Widodo dan jaringan relawannya.

Mesin politik Jokowi adalah salah satu pendorong terbesar kemenangan pasangan tersebut. Jika sekarang mulai muncul gejala pemisahan citra antara Prabowo dan Gibran, maka yang sedang kita saksikan mungkin bukan sekadar urusan spanduk. Bisa jadi ini adalah trailer awal perebutan panggung menuju 2029.

Tentu semua ini masih spekulasi. Belum ada bukti bahwa kongsi mereka retak. Belum ada perang terbuka. Namun politik sering memberi petunjuk lewat detail-detail yang tampak sepele.

Kadang sejarah tidak dimulai dari pidato besar atau rapat rahasia.

Kadang semuanya dimulai dari satu nama yang tiba-tiba menghilang dari spanduk, lalu membuat seluruh negeri bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang sedang dipersiapkan untuk menjadi bintang utama pada episode berikutnya?***

*Rosadi Jamani ialah Ketua SATUPENA Kalimantan Barat

Halaman:

Tags

Terkini

Tak Kunjung Selesai

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:09 WIB

Doaku Untuk Presidenku, Solusi Lewat Jalan Sunyi

Jumat, 19 Juni 2026 | 09:06 WIB

Sunda Dalam Angka, Etika, dan Budaya

Kamis, 18 Juni 2026 | 11:13 WIB

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:43 WIB

Sejarah Tahun Baru Islam, Waktunya Pejabat Hijrah

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:25 WIB

Pesan Profetik Film Jangan Buang Ibu

Senin, 15 Juni 2026 | 07:33 WIB

Amar Brkic, Garuda Muda dari Frankfurt

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:57 WIB

Membaca Sumpah "Demi Allah" Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 15:41 WIB