Rosadi Jamani*
WartaPesona.com - Ada peristiwa yang membuat penggemar Cristiano Ronaldo mendadak pegang kepala seribu penyesalan.
Portugal yang menguasai bola sampai 75 persen permainan, ternyata cuma mampu bermain imbang 1-1 melawan Kongo di pertandingan Grup K Piala Dunia di NRG Stadium, Houston.
Portugal seperti pendekar sakti membawa Jurus Naga Langit 18 Tingkat, tetapi gagal mengalahkan penjaga pos ronda yang lagi duduk santai sambil ngopi.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Portugal Ditahan Kongo
Berbekal peringkat 5 FIFA datang tampil percaya diri tinggi. Kongo di posisi 46 FIFA dianggap hanya figuran dalam film yang dibintangi Bang Dodo.
Baru enam menit pertandingan berjalan, Joao Neves sukses membobol gawang Kongo lewat tandukan kepala yang indah.
Gawang Lionel Mpasi-Nzau, jebol. Gool! Lisbon langsung berguncang. Pendukung Portugal lompat-lompat seperti baru menemukan harta di kantor BGN. Fans Ronaldo di Indonesia ikut heboh. Warung kopi ramai. Grup WA CR7 berubah menjadi pusat ramalan kemenangan.
Melihat gol cepat itu, Ronaldo langsung menaikkan tenaga dalam. Jurus tendangan meteor semesta mulai dipersiapkan untuk menghancurkan pasukan Sebastien Desabre.
Namun sepak bola memang hobi membuat manusia malu. Ketika Portugal terlalu asyik menyerang, pertahanan mereka malah membuka celah. Menjelang turun minum, Yoane Wissa dengan kepalanya melancarkan Jurus Botak Menggelinding Afrika.
Braak! Gawang Diogo Costa jebol. Skor berubah 1-1.
Pendukung Portugal langsung diam. Banyak yang memegang kepala seperti mahasiswa melihat nilai skripsi. Sebaliknya, fans Kongo mulai kesurupan kegembiraan. Teriakan mereka konon hampir terdengar sampai Afrika.
Di ruang ganti, Roberto Martinez kabarnya memberi wejangan kepada sang kapten.