opini

Mengapa Dolar AS Menembus Rp18.000?

Sabtu, 6 Juni 2026 | 11:07 WIB

Kesimpulan yang paling jujur adalah bahwa Indonesia sekarang ini belum menghadapi krisis seperti tahun 1998.

Fundamental ekonomi masih relatif sehat. Sistem perbankan tetap kukuh. Negara memiliki kapasitas yang jauh lebih besar untuk menghadapi guncangan dibandingkan masa lalu.

Namun kesehatan ekonomi tidak pernah bersifat permanen. Ia harus terus dijaga melalui kebijakan yang konsisten, tata kelola yang kredibel, produktivitas yang meningkat, dan reformasi yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, masa depan Indonesia tidak akan ditentukan oleh satu hari ketika dolar menembus Rp18.000.

Masa depan Indonesia akan ditentukan oleh kemampuan kita menjaga kepercayaan.

Karena sejarah berulang kali membuktikan bahwa mata uang dapat jatuh dan bangkit kembali. Yang jauh lebih sulit dipulihkan adalah kepercayaan.

Ketika kepercayaan hilang, modal akan pergi. Investasi akan tertunda. Optimisme akan memudar.

Sebaliknya, ketika kepercayaan tetap hidup, sebuah bangsa mampu melewati badai yang paling keras sekalipun.

Pada akhirnya, kekuatan sebuah bangsa tidak terletak pada angka kurs yang muncul di layar perdagangan, melainkan pada keyakinan bersama bahwa hari esok masih layak diperjuangkan.

Mata uang dapat jatuh karena pasar kehilangan keyakinan. Tetapi sebuah bangsa hanya benar-benar jatuh ketika ia kehilangan kepercayaan terhadap masa depannya sendiri.***

Artkel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi

Referensi

  1. Badan Pusat Statistik (BPS), Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I Tahun 2026.
  2. Bank Indonesia, Posisi Cadangan Devisa Indonesia Januari–April 2026.
  3. Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Outlook APBN 2025–2026.
  4. Carmen M. Reinhart & Kenneth S. Rogoff, This Time Is Different: Eight Centuries of Financial Folly, Princeton University Press, 2009.
  5. Charles P. Kindleberger & Robert Z. Aliber, Manias, Panics, and Crashes: A History of Financial Crises, Palgrave Macmillan.
  6. Laporan Stabilitas Sistem Keuangan, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
  7. Laporan pemeringkatan dan outlook ekonomi Indonesia oleh Moody’s, Fitch Ratings, dan S&P Global Ratings.

Halaman:

Tags

Terkini

Tak Cukup Ashabiyah Hambalang

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Ke Baduy Saja, Tak Perlu ke Singapura

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ketika Sepak Bola Menjadi Sejenis Agama Modern

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB

Rezeki Yang Menular

Senin, 20 Juli 2026 | 09:24 WIB

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB