Di satu sisi ada mereka yang ingin menjaga warisan budaya Melayu Sambas. Di sisi lain ada mereka yang mengkritik unsur-unsur tertentu dari sudut pandang agama. Perdebatan itu mungkin tidak akan pernah selesai.
Tetapi satu hal yang pasti, selama warga Arung Parak masih membuat Ajong, selama ribuan orang masih datang menonton, dan selama netizen masih memiliki kuota internet, tradisi ini akan terus hidup, di pantai, dan di kampung.
*Rosadi Jamani ialah Ketua SATUPENA Kalimantan Barat
Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi