opini

Tradisi Ngantar Ajong di Kabupaten Sambas Yang Dicap Sirik, Anehnya Makin Ramai

Jumat, 5 Juni 2026 | 06:24 WIB
Foto Rosadi Jamani

Di satu sisi ada mereka yang ingin menjaga warisan budaya Melayu Sambas. Di sisi lain ada mereka yang mengkritik unsur-unsur tertentu dari sudut pandang agama. Perdebatan itu mungkin tidak akan pernah selesai.

Tetapi satu hal yang pasti, selama warga Arung Parak masih membuat Ajong, selama ribuan orang masih datang menonton, dan selama netizen masih memiliki kuota internet, tradisi ini akan terus hidup, di pantai, dan di kampung.

*Rosadi Jamani ialah Ketua SATUPENA Kalimantan Barat

Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi

Halaman:

Tags

Terkini

Belajar Merawat Alam dari Leluhur Nusantara

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:12 WIB

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 5 Juni 2026 | 06:39 WIB

Menguji Ramalan Leluhur di Tengah Zaman Kacau

Selasa, 2 Juni 2026 | 10:47 WIB

Tan Malaka dan Keberanian Berpikir

Selasa, 2 Juni 2026 | 09:10 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 12:54 WIB

Abu Janda Versus Permadi Arya

Senin, 1 Juni 2026 | 09:54 WIB

Kematian dan Kupu-kupu Itu, Adikku

Senin, 1 Juni 2026 | 09:20 WIB

Dua Kali Adil

Senin, 1 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tangis KDM: Air Mata Batin Harapan Rakyat

Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:40 WIB

Tiga Juta Rumah Yang Wajib Eco-conscious

Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:04 WIB