Oleh Rosadi Jamani*
WartaPesona.com - Kali ini kita singgah ke Cina yang baru saja dikunjungi musuh bebuyutannya, Amerika Serikat.
Negara yang di-bully bertahun-tahun, eh Amerika malah ngesot ingin bertemu Xi Jinping.
Selama bertahun-tahun Cina digambarkan Donald Trump dan gengnya seperti penjahat utama di film Hollywood kelas B.
Dituduh pencuri teknologi, pembunuh industri Amerika, manipulator mata uang, bahkan kalau ada jemuran warga Ohio hilang mungkin yang disalahkan tetap Beijing.
Pokoknya Cina ini paket lengkap kambing hitam internasional. Ditarif, di-bully, dimaki tiap pidato kampanye. Nama Xi Jinping disebut seolah final boss game perang dagang.
Eh, tiba-tiba Mei 2026, plot twist lebih tajam dari tikungan sinetron Rismon. Trump malah datang sendiri ke Cina.
Datang lho, bukan video call. Bawa rombongan megah pula, setelah hampir 9 tahun presiden AS absen berkunjung. Ini ibarat orang yang tiap hari ngomel tetangga bau got, tahu-tahu datang bawa rantang sambil bilang, “Bang, boleh nebeng hidup sebentar?”
Awalnya kunjungan ini dijadwalkan Maret, tetapi mundur gara-gara perang Iran meledak. Akhirnya berlangsung 13–15 Mei. Trump masuk Great Hall of the People dengan senyum selebar diskon tanggal kembar. Bertemu Xi Jinping hampir dua jam lebih lama dari jadwal. Suasananya manis sekali. Xi ngomong “strategic stability”, Trump balas memuji Xi sebagai “great leader”.
Kalau ada Oscar kategori “Hubungan Palsu Tapi Tetap Mesra di Depan Kamera”, dua orang ini langsung bawa pulang piala plus goodie bag isi rengginang.
Hasil pertemuannya juga lucu. Dua negara yang kemarin saling ancam tarif sekarang duduk manis ngomongin Selat Hormuz supaya tetap terbuka. Karena kalau jalur minyak itu ditutup, ekonomi dunia bisa megap-megap seperti emak-emak lihat harga cabai naik.
Cina, yang selama ini menjadi pembeli minyak Iran terbesar, janji tidak kirim senjata ke Teheran dan mendukung slogan “Iran never have nuclear weapon.”
Trump langsung sumringah seperti bapak-bapak ingat malam Jumat.
Bonus paling bikin Amerika joget poco-poco, Cina commit beli 200 pesawat Boeing. Dua ratus, wak! Belum lagi kedelai, daging sapi, oil, dan LNG Amerika. Petani Amerika langsung senyum lebar. Pabrik Boeing aman dari drama PHK. Trump bisa pulang sambil tepuk dada, “I made the best deals!” Padahal beberapa tahun lalu narasinya masih “China bad, China evil, Cina makan pekerjaan rakyat Amerika.” Politik memang kadang seperti mantan toxic, kemarin blokir WA, hari ini ngajak balikan.