Amerika Ngesot ke Cina

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Jumat, 15 Mei 2026 | 10:26 WIB
Ilustrasi. (kiriman Rosadi Jamani)
Ilustrasi. (kiriman Rosadi Jamani)

Tetapi bagian paling pecah justru bukan isi pertemuannya. Pas Trump masuk ruang bilateral, kru media Amerika malah ribut dorong-dorongan dengan security Cina. Ada yang teriak “Get the f*** out!”, kamera jatuh, gambar goyang seperti video konser metal underground. Lima menit suasana kacau. Mirip emak-emak rebutan minyak goreng subsidi. Bedanya ini geopolitik level nuklir. Untung cepat rapi lagi. Semua duduk manis seolah tidak terjadi apa-apa. Diplomasi modern memang hebat. Habis ribut langsung senyum depan kamera seperti habis mediasi arisan RT.

Sedangkan Iran? Santai saja. Mereka tidak mengamuk ke Cina karena masih butuh duit minyak. Tetapi tetap bikin aturan sendiri lewat “Persian Gulf Strait Authority”. Semua kapal wajib daftar dulu, kasih data lengkap, baru boleh lewat. Kapal musuh? Minggir dulu, bos. Puluhan kapal Cina tetap diizinkan lewat sebagai “tanda sayang” ke Beijing.

Jadi Iran ini posisinya seperti pemilik portal kompleks. Semua harus izin, tetapi sahabat dekat tetap dapat akses kartu VIP.

Intinya absurd sekali. Negara yang bertahun-tahun dijadikan monster global mendadak berubah jadi superstar penyelamat ekonomi dunia. Trump butuh Cina buat stabilkan Iran, buat selamatkan Boeing, buat bantu ekonomi domestik, sekaligus buat bahan kampanye pulang kampung. Xi Jinping dapat panggung sebagai bapak stabilitas dunia. Mereka sama-sama untung sambil senyum depan kamera seperti pasangan calon anggota legislatif habis bagi-bagi bahan pangan.

Biasanya negara kecil yang kalau susah langsung nyembah negara besar. Ini malah terbalik. Negara besar yang datang ngesot ke negara yang selama ini dicap musuh bebuyutan. Dunia 2026 memang aneh. Yang dulu diteriaki maling sekarang dipeluk sambil diajak dagang. Mirip politik dalam negeri kita juga kadang. Kemarin teriak “lawan!”, besok sudah duduk satu meja makan durian sambil bagi jabatan.

Selamat datang di era realpolitik, wak. Tempat musuh bisa jadi sahabat dalam semalam, dan kambing hitam bisa berubah menjadi tamu kehormatan sebelum air Koptagul sempat dingin.***

*Rosadi Jamani ialah Ketua SATUPENA Kalimantan Barat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Melampaui Hukum

Rabu, 1 Juli 2026 | 08:26 WIB

Negara Bukan Pemilik Tanah Adat

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:05 WIB

Main Seperti Planga-plongo, Messi Borong Dua Gol

Selasa, 23 Juni 2026 | 08:15 WIB

Kapolri dan Makam BJ Habibie Yang Terlewat

Minggu, 21 Juni 2026 | 19:11 WIB

Tak Kunjung Selesai

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:09 WIB

Doaku Untuk Presidenku, Solusi Lewat Jalan Sunyi

Jumat, 19 Juni 2026 | 09:06 WIB

Sunda Dalam Angka, Etika, dan Budaya

Kamis, 18 Juni 2026 | 11:13 WIB
X