Tetapi bagian paling pecah justru bukan isi pertemuannya. Pas Trump masuk ruang bilateral, kru media Amerika malah ribut dorong-dorongan dengan security Cina. Ada yang teriak “Get the f*** out!”, kamera jatuh, gambar goyang seperti video konser metal underground. Lima menit suasana kacau. Mirip emak-emak rebutan minyak goreng subsidi. Bedanya ini geopolitik level nuklir. Untung cepat rapi lagi. Semua duduk manis seolah tidak terjadi apa-apa. Diplomasi modern memang hebat. Habis ribut langsung senyum depan kamera seperti habis mediasi arisan RT.
Sedangkan Iran? Santai saja. Mereka tidak mengamuk ke Cina karena masih butuh duit minyak. Tetapi tetap bikin aturan sendiri lewat “Persian Gulf Strait Authority”. Semua kapal wajib daftar dulu, kasih data lengkap, baru boleh lewat. Kapal musuh? Minggir dulu, bos. Puluhan kapal Cina tetap diizinkan lewat sebagai “tanda sayang” ke Beijing.
Jadi Iran ini posisinya seperti pemilik portal kompleks. Semua harus izin, tetapi sahabat dekat tetap dapat akses kartu VIP.
Intinya absurd sekali. Negara yang bertahun-tahun dijadikan monster global mendadak berubah jadi superstar penyelamat ekonomi dunia. Trump butuh Cina buat stabilkan Iran, buat selamatkan Boeing, buat bantu ekonomi domestik, sekaligus buat bahan kampanye pulang kampung. Xi Jinping dapat panggung sebagai bapak stabilitas dunia. Mereka sama-sama untung sambil senyum depan kamera seperti pasangan calon anggota legislatif habis bagi-bagi bahan pangan.
Biasanya negara kecil yang kalau susah langsung nyembah negara besar. Ini malah terbalik. Negara besar yang datang ngesot ke negara yang selama ini dicap musuh bebuyutan. Dunia 2026 memang aneh. Yang dulu diteriaki maling sekarang dipeluk sambil diajak dagang. Mirip politik dalam negeri kita juga kadang. Kemarin teriak “lawan!”, besok sudah duduk satu meja makan durian sambil bagi jabatan.
Selamat datang di era realpolitik, wak. Tempat musuh bisa jadi sahabat dalam semalam, dan kambing hitam bisa berubah menjadi tamu kehormatan sebelum air Koptagul sempat dingin.***
*Rosadi Jamani ialah Ketua SATUPENA Kalimantan Barat
Artikel Terkait
Super League pekan ke-33: Ada PSM Makassar Melawan Persib Bandung
Super League: Semen Padang Melawan Persebaya Surabaya di Indosiar Jumat sore
Super League: PSBS Biak Melawan Arema FC di Indosiar Jumat malam
Kenapa Malam Jumat Dihubungkan Dengan Acara Bercocok Tanam di Kelambu?
Jadwal Super League: Persik Kediri Melawan Persija Jakarta di Indosiar Sabtu sore