Pernah 14 kali Menikah, Fina 46 Tahun Menikah Lagi dengan Pemuda 24 Tahun

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 4 Mei 2026 | 11:34 WIB
Fina Marfina bersama suaminya yang berusia 24 tahun. (Ilustrasi artificial intelligence Rosadi Jamani)
Fina Marfina bersama suaminya yang berusia 24 tahun. (Ilustrasi artificial intelligence Rosadi Jamani)

Di luar sana, ada yang baru satu kali ditinggal gebetan langsung bikin thread 25 slide di Instagram dengan caption, “Aku belajar banyak dari kamu.” Belajar apaan?

Baca Juga: Radin, Bocah dari Iran yang Bersekolah di Negara Cina ini dirindukan teman-temannya sekelas

Fina sudah lulus S3 Cinta Berkali-Kali dengan predikat cum laude plus luka-luka minor.

Kisah cintanya dimulai dari tempat kerja di Sengkang. Kenal, pacaran, menikah. Cepat, efisien, tanpa perlu rapat koordinasi lintas kementerian perasaan. Kalau semua urusan di negeri ini seefisien itu, mungkin ngurus KTP cukup bilang, “iye, cocok,” langsung jadi.

Tentang pernikahan sebelumnya? Jawabannya singkat, tetapi menghantam. “Pisah, ada juga meninggal.”

Ringkas. Padat. Tidak bertele-tele. Tidak ada drama panjang. Tidak ada kalimat, “kami sepakat berpisah secara baik-baik demi kebaikan bersama dan masa depan demokrasi rumah tangga.” Ini bukan konferensi pers, ini kehidupan nyata.

Dari 15 pernikahan, Fina punya satu anak berusia 12 tahun. Satu anak. Ini bukti, produktivitas tidak selalu diukur dari kuantitas. Negara aja sering banyak program, hasilnya kadang cuma satu yang jalan.

Lalu rahasianya apa? “Tidak ada rahasianya.”

Jawaban yang membuat seluruh motivator cinta di Nusantara langsung menghapus draft buku mereka. Tidak ada teknik tarik-ulur. Tidak ada strategi ghosting berkelas. Tidak ada “be the best version of yourself.” Yang ada Cuma, jalanin, gagal, ulangi lagi. Mirip proyek nasional.

Mahar nikahnya Rp4 juta. Di era di mana harga kopi kekinian bisa bikin dompet trauma, angka itu terasa seperti promo spesial “Cinta Hemat Berjangka Panjang.”

Warganet pun geger. Ada yang kagum, ada yang bingung, ada yang langsung uninstall aplikasi dating karena merasa kalah sebelum bertanding.

Bahkan ada yang mulai curiga, ini manusia atau program uji coba “pernikahan berulang berbasis rakyat” yang nanti akan disahkan lewat undang-undang?

Kalau konsep Fina diterapkan di politik, mungkin rakyat tidak perlu lagi marah lima tahunan. Gagal? Ganti. Tidak cocok? Ulang akad. Janji tidak ditepati? Cari pasangan baru, selesai. Tanpa drama. Tanpa debat. Tanpa baliho.

Di tengah semua keabsurdan ini, kita hanya bisa terdiam, memegang dada, sambil bertanya, ini kisah cinta… atau masterclass bertahan hidup di negeri yang doyan mengulang episode tanpa pernah benar-benar tamat?

Satu hal pasti, Fina tidak mencari “yang terakhir.” Dia menciptakan “yang berikutnya”.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:55 WIB

Jawaban Awal Seputar Jaksa

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:22 WIB

“Seandainya saya Jaksa Agung”

Kamis, 9 Juli 2026 | 14:12 WIB

Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola?

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:43 WIB

Hantu Selembar Ijazah

Senin, 6 Juli 2026 | 07:06 WIB

Melampaui Hukum

Rabu, 1 Juli 2026 | 08:26 WIB
X